Karama.id – Palu, Unit Pelaksana Administrasi (UPA) Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan Seminar dan Miniworkshop bertajuk “Optimizing Modern Laboratory Management Systems: Effective Management, Tools, and Best Practices” pada 1–2 Oktober 2025 di Meeting Room Laboratorium Terpadu Untad, Lantai I.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PT Soulab Teknindo Gemilang, serta diikuti oleh para laboran, dosen, dan pimpinan laboratorium dari berbagai fakultas di lingkungan Untad. Agenda dua hari tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas manajemen laboratorium modern, penguatan standar mutu, serta persiapan menuju sertifikasi ISO 17025:2017.

Dalam sambutannya, Direktur PT Soulab Teknindo Gemilang, Alfius Rombe, menegaskan komitmen perusahaan tidak hanya dalam menyediakan peralatan dan teknologi laboratorium mutakhir, tetapi juga dalam memberikan dukungan purnajual dan pembaruan informasi teknologi terkini bagi kalangan akademik.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, peserta dapat mengatasi berbagai tantangan teknis di laboratorium, mendukung proses akreditasi, dan meningkatkan mutu layanan pengujian. PT Soulab juga membuka ruang kerja sama jangka panjang untuk agenda pelatihan berkelanjutan,” ujar Alfius.
Sementara itu, Kepala UPA Laboratorium Terpadu Untad, Dr.Sc.Agr. Ir. Henry Barus, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang menjadi wujud sinergi antara universitas dan para vendor alat laboratorium.
“Kerja sama ini bersifat simbiosis mutualisme. Universitas memperoleh manfaat berupa pembaruan informasi, pelatihan teknis, serta dukungan teknisi lapangan, sedangkan pihak vendor mendapatkan ruang interaksi dan pengenalan produk secara langsung,” terang Henry Barus.
Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi peralatan laboratorium yang baru diterima melalui program hibah pemerintah, sebagai langkah penting memperkuat posisi Untad sebagai perguruan tinggi berpredikat Unggul.
Pada puncak kegiatan, peserta mengikuti sesi khusus mengenai manajemen laboratorium dan persiapan asesmen ISO 17025:2017, yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Standar ISO ini menjadi tolok ukur utama dalam menjamin akurasi dan presisi hasil pengukuran, terutama untuk pelayanan pengujian yang melibatkan instansi pemerintah dan mitra riset.
Rektor Universitas Tadulako yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa laboratorium terpadu adalah elemen vital dalam mendukung riset dan inovasi kampus.
“Riset adalah pembeda utama antara universitas dan lembaga pendidikan lain. Namun, tantangan terbesar adalah tingginya biaya pengadaan dan perawatan peralatan. Karena itu, laboratorium terpadu menjadi solusi strategis melalui konsep sharing facility yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Prof. Andi Rusdin.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mendorong laboratorium untuk menjadi pusat riset produktif yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah dan paten, tetapi juga mampu berkontribusi pada pendapatan institusi (income generating).
“Kami ingin seluruh dosen dan peneliti aktif memanfaatkan fasilitas laboratorium dalam riset kolaboratif. Setiap pengujian harus mengacu pada standar mutu seperti SNI dan ISO agar hasil penelitian dapat diakui secara nasional maupun internasional,” tambahnya.
Kegiatan seminar dan miniworkshop ini diakhiri dengan sesi praktik manajemen sistem laboratorium modern serta diskusi interaktif antara peserta dan narasumber dari berbagai perusahaan penyedia instrumen laboratorium. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata Untad dalam memperkuat budaya riset berbasis standar internasional dan memperluas jejaring kemitraan akademik-industri di bidang sains dan teknologi.














