Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) terus memperkuat langkah transformasinya menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Mitra Usaha dan Industri untuk Mendorong Income Generating Menuju Kampus PTN-BH. Kegiatan berlangsung di Grand Sya Hotel Palu dan dihadiri pimpinan universitas, para dekan, ketua lembaga, serta perwakilan fakultas.
Dalam sambutannya, Rektor Untad yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa transformasi menuju PTN-BH tidak dapat hanya bertumpu pada perubahan kebijakan struktural. Seluruh unsur civitas akademika wajib terlibat aktif.

“Transformasi menuju PTN-BH harus melibatkan dosen, seluruh civitas akademika Untad, dan tentunya mahasiswa. Kolaborasi adalah kunci,” tegas Prof. Andi Rusdin.
Ia menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur dan transformasi administrasi harus berjalan seiring agar Untad mampu bersaing sebagai kampus otonom yang inovatif dan berkelanjutan.
Pada sesi utama, Untad menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Tri Joko Wahyu Adi, S.T., M.T., Ph.D., Direktur Kemitraan dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS. Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa PTN-BH memberikan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kedaulatan akademik, fleksibilitas keuangan, hingga percepatan inovasi. Namun, peluang tersebut juga menghadirkan tuntutan dan tantangan tersendiri.
“PTN-BH membuka ruang kedaulatan akademik, fleksibilitas keuangan, dan lahirnya inovasi. Tapi bersamaan dengan itu, perguruan tinggi harus siap melakukan penyesuaian tata kelola, diversifikasi pendapatan, serta memperkuat SDM dan sistem pendukung. Diperlukan perubahan mindset, regulasi internal yang kuat, dan kolaborasi produktif yang berorientasi hasil,” jelasnya.
Tri Joko turut membagikan pengalaman ITS dalam membangun kemandirian finansial melalui strategi kemitraan terpadu dan komersialisasi inovasi. Ia memaparkan bagaimana ITS membangun sumber pendapatan berkelanjutan melalui myITS ProLab, pengelolaan unit bisnis, Science Techno Park, hingga hilirisasi riset di sektor maritim, otomotif, kesehatan, dan teaching factory.
Dari sektor industri, materi juga disampaikan oleh Falih Aziz, perwakilan dari PT Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia, Divisi Product Planning & Development, secara daring melalui Zoom. Kehadiran industri memperkuat relevansi workshop ini, terutama dalam membangun jejaring produktif untuk penerapan inovasi dan peluang kerja sama jangka panjang.
Workshop ini menjadi langkah strategis Untad dalam memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri sebagai salah satu fondasi utama kemandirian finansial dan peningkatan daya saing menuju status PTN-BH. Dengan penguatan kemitraan ini, Untad optimis mampu memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat ekosistem inovasi yang berdampak bagi masyarakat.














