Karama.id – Palu, Polda Sulawesi Tengah kembali menegaskan komitmen transparansi dan profesionalitas dalam proses penerimaan anggota Polri. Hal itu ditegaskan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, saat memimpin penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026 di Aula Torabelo Polresta Palu, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Sulteng, di antaranya Karo SDM Kombes Pol Anton Sudjarwo, Dirbinmas Kombes Pol Sirajuddin Ramly selaku Ketua Tim Penerimaan, serta peserta seleksi beserta orang tua. Unsur pengawas internal dan eksternal pun turut hadir untuk memastikan proses berlangsung sesuai aturan.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menegaskan bahwa seluruh mekanisme seleksi wajib berpedoman pada Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penerimaan Anggota Polri. Ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) dalam setiap tahapan seleksi.
“Penerimaan anggota Polri harus berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Ini untuk memastikan bahwa yang kita rekrut benar-benar putra-putri terbaik bangsa yang siap mengabdi secara profesional,” ujar Kapolda.
Irjen Endi Sutendi mengungkapkan bahwa sejak dibukanya pendaftaran pada 10–18 November 2025, sebanyak 324 peserta telah dinyatakan terverifikasi dan siap memasuki tahapan seleksi berikutnya. Proses seleksi mencakup pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, psikologi, uji akademik, tes kesamaptaan, hingga pemeriksaan mental kepribadian.
Kapolda menekankan bahwa seluruh proses dilakukan secara objektif tanpa intervensi, dan Polri tidak memberi ruang bagi praktik penyimpangan dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba mengotori proses rekrutmen ini. Seleksi harus clear and clean, dan hanya peserta yang memenuhi standar kompetensi serta berintegritas yang akan lolos,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pakta integritas yang ditandatangani peserta, panitia, dan pengawas sebagai komitmen moral untuk menjaga kejujuran serta menghindari praktik percaloan maupun penyalahgunaan wewenang. Dokumen itu juga memuat sanksi tegas bagi pelanggar, baik secara etik, administrasi, maupun pidana.
Menutup sambutannya, Kapolda meminta seluruh peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri, serta mengingatkan orang tua agar tidak tergoda sponsorship atau jalan pintas yang justru merugikan.
“Saya minta seluruh peserta fokus dan percaya diri. Orang tua jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Percayalah, proses ini bersih dan transparan,” pungkasnya.
Dengan ditandatanganinya pakta integritas tersebut, Polda Sulteng memastikan seluruh tahapan rekrutmen Bintara Brimob Polri TA 2026 akan berlangsung ketat, obyektif, dan profesional untuk melahirkan sumber daya Polri yang unggul dan berintegritas.














