Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Sulteng Rotasi 389 Pejabat, Tekankan Data Valid, Digitalisasi, dan Merit System

badge-check


					Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat melantik pejabat, Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat melantik pejabat, Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) melakukan rotasi besar-besaran terhadap pejabat administrator dan pengawas sebagai langkah penataan birokrasi dan penguatan kinerja pemerintahan daerah. Sebanyak 389 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (15/1/2026).

Dari total pejabat yang dilantik, terdiri atas 178 pejabat Eselon III, 204 pejabat Eselon IV, serta 7 pejabat fungsional. Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan birokrasi di awal masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah, bukan untuk dipilah sebagai jabatan “basah” atau “kering”.

“Tidak ada jabatan basah, tidak ada jabatan kering, apalagi jabatan air mata. Semua jabatan adalah amanah yang harus disyukuri dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Setiap jabatan punya ruang kerja dan ruang inovasi yang luas,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan, para pejabat yang baru dilantik akan langsung diarahkan mendukung program 100 hari kerja kepala perangkat daerah dengan tiga fokus utama, yakni pembenahan data, percepatan digitalisasi pemerintahan, dan penerapan merit system berbasis prestasi.

Pada fokus pembenahan data, Anwar Hafid menyoroti lemahnya perencanaan pembangunan akibat penggunaan data yang tidak valid dan tidak mutakhir.

“Kita masih memakai data tahun 2010 untuk merencanakan tahun 2025. Ini tidak boleh terjadi lagi. Pekerjaan nomor satu kita sekarang adalah melengkapi dan memperbarui data,” ujarnya.

Fokus kedua adalah percepatan digitalisasi pemerintahan. Gubernur menargetkan dalam waktu tiga bulan ke depan, seluruh sistem pemerintahan dan pelayanan publik Pemprov Sulteng sudah berbasis digital.

“Tidak boleh lagi manual. Pelayanan ke masyarakat harus digital. Kalau perlu, masyarakat tidak perlu bertemu kita, semua urusan bisa selesai secara digital,” katanya, seraya menegaskan akan mengambil langkah tegas jika target tersebut tidak tercapai.

Sementara itu, fokus ketiga menyangkut penerapan merit system. Gubernur memastikan bahwa promosi jabatan ke depan akan sepenuhnya berbasis kinerja dan prestasi, bukan manuver birokrasi.

“Saya butuh orang yang bekerja, bukan orang yang pandai bermanuver. Tidak perlu pendekatan ke mana-mana, yang saya butuhkan adalah inovasi dan prestasi,” tegasnya.

Anwar Hafid bahkan menjanjikan dukungan anggaran dan promosi jabatan bagi pejabat yang mampu menghadirkan inovasi berdampak nyata.

“Kalau inovasinya masuk akal dan bermanfaat, saya siapkan anggarannya dan saya promosikan dalam tiga bulan. Ini janji saya,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan pentingnya loyalitas, baik kepada pimpinan, tugas, maupun nilai-nilai ketuhanan. Ia juga menegaskan bahwa pejabat Pemprov Sulteng adalah “pasukan berani” yang siap bekerja penuh untuk rakyat, bahkan tanpa mengenal hari libur ketika daerah membutuhkan.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya fase baru penguatan birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berorientasi pada data akurat, teknologi digital, prestasi kerja, serta pelayanan publik yang cepat dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi