Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad Dorong Publikasi Berdampak, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Paparkan Inpres 8/2025

badge-check


					Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., dalam diskusi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., dalam diskusi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menegaskan komitmennya melakukan pembenahan internal, khususnya dalam peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., dalam diskusi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jumat (13/2/2026), yang turut dihadiri jajaran dekan di lingkungan Untad.

Dalam sambutan pengantarnya, Dr. Aiyen menekankan bahwa publikasi ilmiah tidak semestinya dipahami sebatas pemenuhan administrasi akademik. Menurutnya, publikasi harus memiliki daya guna, berangkat dari persoalan nyata, dan melahirkan solusi yang bisa dirasakan masyarakat.

“Sama seperti universitas lain, Universitas Tadulako terus memperbaiki diri terutama dalam hal publikasi berdampak. Peran dosen dan mahasiswa sangat penting untuk mengenal masalah sekaligus kenal dengan solusi,” tuturnya.

Diskusi tersebut juga menjadi bagian dari agenda kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., ke Universitas Tadulako. Pada kesempatan itu, Prof. Nunung memaparkan arah besar transformasi sosial pemerintah melalui materi bertajuk “Pemberdayaan sebagai Implementasi Inpres 8/2025”.

Prof. Nunung menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mendorong pergeseran paradigma dari pendekatan yang dominan perlindungan sosial (social protection heavy) menuju pendekatan yang lebih menitikberatkan pada pemberdayaan (empowerment heavy). Menurutnya, perubahan pendekatan ini membutuhkan dukungan lintas sektor agar kebijakan yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Tugas utama kami adalah melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat untuk mencapai target penghapusan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja,” jelas Prof. Nunung dalam paparannya.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas peluang strategis Universitas Tadulako untuk mengambil peran sebagai knowledge partner pemerintah.

Sebagai perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah, Untad diharapkan berkontribusi dalam perancangan, evaluasi, hingga pengembangan model percontohan (pilot model) kebijakan pemberdayaan di wilayah Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat kontribusi riset kampus yang berorientasi pada solusi dan dampak sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan