Karama.id – Palu, Terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program beasiswa Berani Cerdas kini mulai dirasakan manfaatnya oleh ribuan mahasiswa. Di Universitas Tadulako (Untad), sebanyak 10.678 mahasiswa tercatat telah terverifikasi dan menerima pembayaran beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pengeluaran Belajan Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa dari sekitar 11.000 data pengusul yang masuk, 10.678 mahasiswa dinyatakan lolos verifikasi final. Secara keseluruhan, penerima manfaat program Berani Cerdas di Sulawesi Tengah diperkirakan mencapai sekitar 32.000 mahasiswa. Program ini juga disebut mendapat perhatian positif dari Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi yang direncanakan akan berkunjung ke Sulawesi Tengah untuk meluncurkan program tersebut secara resmi dalam rangka gerakan Kampus Berdampak.

Dalam kesempatan wawancara, Rektor menitipkan pesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan dana beasiswa secara bijak dan bertanggung jawab.
“Manfaatkan ini sebaik-baiknya. Anda betul-betul menggunakan dana APBD yang sangat luar biasa,” tegas Rektor.
Ia juga mengimbau mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu agar program beasiswa dapat terus berkelanjutan, tidak menjadi beban bagi anggaran daerah pada tahun-tahun berikutnya, serta membuka peluang bagi mahasiswa lain yang juga membutuhkan.
Rektor menambahkan, program ini tidak berhenti pada tahun berjalan. Pihak universitas saat ini tengah berdiskusi untuk menyiapkan skema penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 agar dapat terakomodasi dalam program beasiswa serupa.
Di sisi lain, penguatan kapasitas akademik melalui beasiswa turut dibarengi dengan penguatan karakter dan nilai religius di lingkungan kampus. Untad tengah menjalankan rangkaian kegiatan Ramadan, mulai dari buka puasa bersama, persiapan peringatan Nuzulul Quran, hingga rencana pelaksanaan salat Idulfitri bersama di lingkungan kampus. Rangkaian ini diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan religiositas civitas akademika.
Melalui dukungan finansial yang disertai penguatan karakter, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menuntaskan studi.














