Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (9/4/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Sigit Purnomo Said bersama rombongan yang turut membawa pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial. Kehadiran mereka sekaligus untuk menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan dan penanggulangan bencana kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Reny menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi VIII DPR RI yang tidak hanya menyerap aspirasi daerah, tetapi juga memberikan dukungan nyata melalui bantuan dari pemerintah pusat.
“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga kedatangan Komisi VIII DPR RI membawa berkah bagi Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Reny juga menekankan pentingnya menjadikan pengalaman bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi tahun 2018 sebagai pelajaran berharga dalam merancang pembangunan yang tangguh terhadap bencana. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk meminimalkan risiko kerugian jiwa maupun materi di masa mendatang.
Selain menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi, Sulawesi Tengah juga tengah dihadapkan pada Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Sebagai langkah penanganan, pemerintah provinsi saat ini melaksanakan program imunisasi tambahan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar anak-anak balita.
Wakil Gubernur berharap dukungan dari Komisi VIII DPR RI beserta kementerian dan lembaga terkait dapat semakin memperkuat upaya mitigasi bencana serta perlindungan masyarakat dari ancaman bencana alam maupun non-alam, termasuk wabah penyakit.
Usai pertemuan, rombongan Komisi VIII DPR RI dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana, di antaranya kawasan Masjid Terapung di Pantai Taman Ria serta Kelurahan Balaroa yang menjadi salah satu wilayah terdampak likuifaksi pada 2018.














