Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Untad, Prof. Sahrul Saehana Soroti Fisika Modern untuk Kemandirian Energi

badge-check


					Prof. Dr. Sahrul Saehana.,S.Pd.,M.Si. (Foto: Istimewa) Perbesar

Prof. Dr. Sahrul Saehana.,S.Pd.,M.Si. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) kembali memperkuat kapasitas akademiknya melalui pengukuhan guru besar dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar pada Rabu (15/4/2026) di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Salah satu guru besar yang dikukuhkan adalah Sahrul Saehana, yang resmi menyandang jabatan profesor dalam bidang Fisika Modern sejak 1 Januari 2026 .

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Fisika Modern dan Aplikasinya”, Prof. Sahrul menyoroti pentingnya pengembangan ilmu fisika modern sebagai solusi atas berbagai tantangan global, khususnya di bidang energi.

Ia menjelaskan bahwa fisika modern merupakan cabang ilmu yang berkembang sejak awal abad ke-20 untuk menjelaskan fenomena pada skala atom dan partikel subatomik yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika klasik .

Menurutnya, kontribusi tokoh seperti Albert Einstein menjadi fondasi penting dalam perkembangan ilmu tersebut, termasuk dalam penemuan efek fotoelektrik yang kini menjadi dasar teknologi energi surya.

Dalam konteks kekinian, Prof. Sahrul menekankan bahwa dunia tengah menghadapi krisis energi yang membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan harus dikurangi agar ke depan kita dapat menjadi negara yang mandiri energi,” ungkapnya dalam orasi ilmiah .

Ia memaparkan sejumlah aplikasi fisika modern dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, seperti sel surya, energi nuklir, baterai dan penyimpanan energi, superkonduktor, hingga teknologi hidrogen dan fuel cell.

Lebih lanjut, Prof. Sahrul mengungkapkan bahwa riset yang telah dikembangkannya di Untad berfokus pada teknologi dye-sensitized solar cell (DSSC), termasuk pemanfaatan material lokal untuk meningkatkan efisiensi konversi energi surya menjadi listrik.

Penelitian tersebut telah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah internasional serta paten di bidang energi terbarukan .

Menurutnya, pengembangan teknologi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan di daerah yang memiliki keterbatasan akses energi, termasuk wilayah-wilayah di Indonesia.

Pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari upaya Untad dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan keahlian di bidang fisika modern, Prof. Sahrul diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan solusi energi berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan