Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Universitas Tadulako Kukuhkan 9 Guru Besar, Perkuat Fondasi Akademik dan Riset

badge-check


					Penerimaan Guru Besar Universitas Tadulako. (Foto: Istimewa) Perbesar

Penerimaan Guru Besar Universitas Tadulako. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Tahun 2026 pada Rabu (15/4/2026) di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi Untad dalam memperkuat kapasitas akademik serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penambahan guru besar sebagai puncak jabatan akademik dosen.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, serta jajaran pimpinan perguruan tinggi, civitas akademika, dan tamu undangan lainnya.

Rapat senat dibuka oleh Ketua Senat Untad, Djayani Nurdin. Dalam kesempatan tersebut, Untad secara resmi mengukuhkan sembilan guru besar, yakni:

  • Prof. Dr. Ir. Uswah, M.Agr.Sc., Ph.D.
  • Prof. Dr. Ir. Rostiati Rahmatu, M.P.
  • Prof. Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes., M.H.
  • Prof. Dr. Sahrul Saehana, M.Si.
  • Prof. Dr. Ir. Nur Sangadji, DEA.
  • Prof. Dr. Husnah, M.Si.
  • Prof. Dr. Ir. Arifuddin Lamusa, M.P.
  • Prof. Dr. Ir. Enny Adelina, M.P.
  • Prof. Dr. Ir. Abdul Hadid, M.Si.

Rektor Untad, Amar, dalam pidatonya menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademik seorang dosen sekaligus indikator kemajuan perguruan tinggi.

“Guru besar memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah guru besar di Untad yang kini mencapai 134 orang merupakan bukti komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing institusi di tingkat nasional dan internasional.

“Bertambahnya jumlah profesor bukan sekadar angka, melainkan simbol menguatnya fondasi keilmuan dan peran universitas dalam membangun peradaban,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa tantangan dunia akademik ke depan menuntut para guru besar untuk tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, guru besar harus adaptif, terbuka, dan terus belajar agar tetap menjadi sumber rujukan yang kredibel,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Profesor Untad, Faturrahman, mengingatkan bahwa pengukuhan ini merupakan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar.

“Guru besar tidak hanya dituntut menguasai ilmu, tetapi juga mengembangkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, industri, dan kebijakan publik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, menghindari pencitraan, serta menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan, akal pikiran, dan nilai-nilai spiritual.

Menutup pesannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan akademik, khususnya menjelang momentum pemilihan pimpinan universitas.

“Jabatan bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan