Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan berkarakter melalui pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Penegasan tersebut disampaikan dalam pembukaan PKKMB yang berlangsung di Lapangan Upacara Untad, Kota Palu, Jumat (24/7/2026).
Dalam kegiatan itu, pimpinan universitas menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. Selain menolak segala bentuk perpeloncoan, Untad juga menyatakan komitmennya mencegah berbagai perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut kampus, termasuk pengaruh LGBT.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Ir. Sagaf Djalalembah, M.P., mengatakan PKKMB merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan yang bertujuan membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan akademik melalui kegiatan yang edukatif, humanis, dan bebas dari kekerasan.
BKU Untad Tanam Ratusan Pohon Produktif, Perkuat Komitmen Green Campus di Dies Natalis ke-45
Menurutnya, materi PKKMB tahun ini juga diperkuat dengan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta pembahasan mengenai berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda.
“Kami ingin mahasiswa baru memahami nilai-nilai karakter, etika akademik, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengganggu proses pendidikan,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada panitia, Sagaf meminta agar materi mengenai pengaruh LGBT dimasukkan dalam rangkaian kegiatan PKKMB sebagai bagian dari pendidikan karakter yang diberikan kepada mahasiswa baru.
Ia juga menegaskan bahwa Universitas Tadulako tidak memberikan toleransi terhadap praktik perpeloncoan selama pelaksanaan PKKMB.
“Kalau ada perpeloncoan, bisa kami serahkan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Untad untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengajak seluruh mahasiswa baru menjaga nama baik almamater dengan membangun integritas, disiplin, dan etika sejak awal menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.
“Mahasiswa Untad harus memiliki karakter yang baik, menjunjung etika akademik, serta mampu menghindari berbagai pengaruh negatif seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, sehingga tercipta lingkungan kampus yang aman dan kondusif,” katanya.
Selain penguatan karakter, Untad juga melanjutkan program pelestarian lingkungan melalui gerakan satu mahasiswa satu pohon. Setiap mahasiswa baru diwajibkan menanam dan merawat satu pohon selama menempuh pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan bagian dari komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan.
Rektor juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, mengembangkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta memanfaatkan berbagai fasilitas kampus guna meningkatkan kompetensi selama menjalani pendidikan.
PKKMB Universitas Tadulako Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung mulai 24 Juli dan dilanjutkan pada 27–28 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Senat dan anggota senat universitas, Dewan Pertimbangan Universitas, Ketua Satuan Pengawas Internal, para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, Direktur Pascasarjana, serta jajaran pimpinan Untad lainnya. *














