Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Mentan Andi Amran Dorong Wisudawan Untad Berani Ciptakan Lapangan Kerja dan Tidak Takut Gagal

badge-check


					Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman. (Foto: Istimewa) Perbesar

Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda ke-138 Universitas Tadulako (Untad) menjadi momentum bagi para lulusan untuk mendapatkan motivasi langsung dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Tadulako, Kamis (20/8/2026), tersebut tidak hanya diisi dengan prosesi akademik, tetapi juga dialog dan tanya jawab antara Menteri Pertanian, wisudawan, serta tamu undangan.

Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dibuka oleh Ketua Senat Untad Prof. Dr. Djayani Nurdin. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan Forkopimda Sulawesi Tengah, di antaranya Pangdam XXIII/Palaka Wira, Kapolda Sulawesi Tengah, serta Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Baca Juga:
Untad Perkuat Dukungan Swasembada Pangan Lewat Riset dan Kolaborasi

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa wisuda merupakan momentum kebahagiaan, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi orang tua yang telah memberikan dukungan dan pengorbanan selama anak-anak mereka menempuh pendidikan.

Namun, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Mereka justru didorong untuk berani menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka peluang usaha.

“Anda mau sukses? Anda ini alumni. Nih. Enggak usah mencari kerja, ciptakan pekerjaan, ciptakan peluang. Pasti bisa. Indonesia ini subur. Orang lain saja datang ke Indonesia numpang kaya raya,” ujar Amran di hadapan para wisudawan.

Mentan juga berpesan agar generasi muda tidak takut menghadapi kegagalan ketika memulai usaha maupun membangun karier. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang dapat menjadi fondasi untuk mencapai keberhasilan.

“Masalahnya, anak-anakku biasanya adalah tidak mau berproses tapi mau sukses. Enggak mungkin. Kalau mau sukses siapkan gagal lima tahun, 10 tahun. Harus gagal, pondasi sukses adalah gagal dan penderitaan,” tegasnya.

Ia menilai pengalaman menghadapi kegagalan menjadi bagian penting yang tidak selalu diperoleh mahasiswa melalui pembelajaran di ruang kelas. Karena itu, para lulusan harus berani mencoba, mengambil risiko, dan terus belajar dari setiap proses yang dilalui.

Sementara itu, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., mengatakan kehadiran Menteri Pertanian di tengah rangkaian Dies Natalis ke-45 dan Wisuda ke-138 diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda, khususnya para lulusan Untad.

Menurutnya, berbagai pesan yang disampaikan Menteri Pertanian memberikan perspektif baru bagi wisudawan agar lebih berani mengambil langkah perubahan dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kegagalan bukan alasan untuk berhenti, tetapi kegagalan adalah informasi untuk menentukan jalan yang lebih baik di dalam setiap riset yang kita lakukan,” ujar Amar.

Ia mengingatkan para lulusan bahwa perjalanan setelah meninggalkan kampus tidak selalu berjalan sesuai harapan. Mereka mungkin akan menghadapi penolakan, kegagalan, maupun berbagai tantangan.

“Mungkin saudara akan menghadapi penolakan, kegagalan, atau jalan yang tidak sesuai dengan harapan. Jangan berhenti, belajar dari kegagalan, perbaiki langkah dan terus bergerak karena dunia tidak membutuhkan lulusan yang kuat yang takut gagal. Dunia membutuhkan manusia yang berani mencoba, mau belajar, mau beradaptasi dan tetap berintegritas selama melangkah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan kontribusi Untad dalam mendukung berbagai program pemerintah pusat, termasuk program penguatan ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian Kementerian Pertanian.

Amar mengatakan Untad tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga terus mengembangkan penelitian dan program pengabdian yang diharapkan memberikan dampak terhadap penguatan ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.

“Bagi Universitas Tadulako, ketahanan pangan bukan hanya sebuah wacana. Untad sudah bergerak. Pada tahun 2025, kami turut mengambil bagian dalam program swasembada pangan melalui penanaman jagung serentak dan pemanfaatan lahan perhutanan sosial di Kabupaten Sigi,” jelasnya.

Baca Juga:
22 Dokter Baru FK Untad Resmi Disumpah, Didorong Hadir hingga Pelosok Sulteng

Program tersebut, lanjut Amar, mempertemukan pemerintah, aparat, mahasiswa, dan masyarakat dalam upaya membangun kemandirian pangan berbasis potensi daerah.

Semangat tersebut kemudian dilanjutkan melalui KKN kolaborasi Untad dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Donggala. Program tersebut mengangkat sejumlah tema, termasuk ketahanan pangan, ekonomi regeneratif, sinergi ekonomi, zero waste, dan blue economy.

“Ini menunjukkan bahwa bagi Untad, mahasiswa bukan hanya belajar di ruang kelas. Mahasiswa kita belajar menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat,” terangnya.

Rangkaian Rapat Senat Terbuka Luar Biasa tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara wisudawan, tamu undangan, dan Menteri Pertanian. Melalui dialog tersebut, Amran kembali mendorong perguruan tinggi, generasi muda, pemerintah, dan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Momentum Dies Natalis ke-45 dan Wisuda ke-138 Untad pun menjadi ruang untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan kebijakan pemerintah sekaligus mendorong para lulusan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu menciptakan inovasi, lapangan kerja, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan