Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Dihadiri Tiga Wamen, Untad Launching Gerakan Berani Magaya untuk Perangi TB di Sulteng

badge-check


					Peluncuran Gerakan Berani Magaya atau Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga. (Foto: Istimewa) Perbesar

Peluncuran Gerakan Berani Magaya atau Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) memperingati Dies Natalis ke-9 dengan menggelar pekan akademik yang mencapai puncaknya melalui peluncuran Gerakan Berani Magaya atau Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu (22/8/2026), tersebut melibatkan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Sulawesi Tengah. Launching dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Wakil Menteri Kesehatan RI, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi komitmen Untad melalui FKM dalam mendukung upaya pemberantasan Tuberkulosis (TB), khususnya di Sulawesi Tengah.

Baca Juga:
Wamen Diktisaintek Deklarasikan Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi se-Sulteng

Menurutnya, penanggulangan TB membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya untuk mengatasi infeksinya, tetapi juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menjalani pengobatan.

“Jadi yang kita berantas itu infeksi TB-nya, bukan menjauhi penderitanya. Saya berharap kita semua bisa memberi dukungan buat mereka agar semangat sembuh, karena ini bisa sembuh tetapi membutuhkan kedisiplinan pasien dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Benjamin menilai dukungan keluarga dan lingkungan memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan secara disiplin hingga dinyatakan sembuh. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya memutus mata rantai penularan TB.

Selain membahas penanggulangan TB, Wamenkes juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, termasuk tenaga ahli gizi. Menurutnya, jumlah tenaga ahli gizi saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas gizi.

Pemerintah, kata dia, saat ini terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sekarang pemerintah fokus dalam peningkatan kualitas SDM masyarakat melalui perbaikan gizi anak-anak kita. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana di setiap SPPG itu pasti ada ahli gizi,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap perguruan tinggi negeri maupun swasta dapat memperluas kesempatan pendidikan dan menghasilkan lebih banyak tenaga ahli gizi yang berkualitas.

Sementara itu, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., mengatakan Untad melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, program pengabdian seperti KKN Berdampak menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.

Launching Gerakan Berani Magaya, kata Amar, merupakan bagian dari komitmen Untad untuk mendukung program pemerintah sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian TB.

“Universitas Tadulako terus menjaga komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebagai wujud Kampus Berdampak. Launching Gerakan Berani Magaya merupakan bagian dari komitmen kami mewujudkan Indonesia sehat dan bebas dari penyakit TB,” terang Amar.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Berani Sehat.

Program tersebut memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang memiliki KTP Sulawesi Tengah di fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah.

Baca Juga:
Wamendiktisaintek Dorong Untad Jadi Pusat Riset dan Edukasi Kebencanaan Indonesia Timur

“Kesehatan itu menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi melalui Program Berani Sehat. Jadi kesehatan itu masuk dalam sembilan program prioritas kami, karena layanan kesehatan ini adalah hak dasar masyarakat,” kata Anwar.

Ia berharap keberadaan Program Berani Sehat dapat memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan ketika membutuhkan layanan kesehatan, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi penyakit TB.

“Harapannya melalui Program Berani Sehat tidak ada lagi masyarakat yang tidak dilayani saat sakit, tak terkecuali penyakit TB,” ujarnya.

Peluncuran Gerakan Berani Magaya yang melibatkan PTN dan PTS se-Sulawesi Tengah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas kesehatan, mahasiswa, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung upaya eliminasi TB.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah serta sejumlah pimpinan fasilitas kesehatan. Launching Gerakan Berani Magaya ditandai dengan pemukulan gendang oleh sejumlah pejabat dan pimpinan, di antaranya para wakil menteri, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dan Rektor Universitas Tadulako.

Melalui gerakan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan akademik, tetapi juga menjadi penggerak edukasi dan kepedulian masyarakat dalam mencegah penyebaran TB serta memberikan dukungan kepada keluarga yang menjalani pengobatan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan