Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Nasional

Usai Terpilih, Gus Kikin Targetkan Kepengurusan Baru PBNU Rampung dalam Sebulan

badge-check


					Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih periode 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih periode 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Foto: Istimewa)

Karama.id – Jombang, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, langsung menyiapkan struktur kepengurusan baru setelah terpilih dalam Muktamar ke-35 NU.

Gus Kikin menargetkan penyusunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 dapat diselesaikan paling lambat dalam waktu satu bulan. Menurutnya, pembentukan struktur kepengurusan menjadi langkah awal yang penting agar roda organisasi dapat segera berjalan dan program kerja dapat dilaksanakan.

“Pertama, tetap aja satu bulan itu kita ngisi dulu organisasi ini. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja?” ujar Gus Kikin di Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Meski menetapkan target maksimal satu bulan, Gus Kikin membuka peluang agar penyusunan kepengurusan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat.

“Target maksimal satu bulan. Kita kan butuh cepat juga. Seharusnya bisa dipercepat,” katanya.

Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031 melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU.

Sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum, Gus Kikin menjadi salah satu dari lima kandidat yang diajukan dalam proses penjaringan. Ia memperoleh 472 suara sebelum lima nama kandidat tersebut diserahkan kepada sembilan anggota AHWA untuk dimusyawarahkan.

Setelah melalui proses musyawarah, AHWA secara mufakat menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 setelah memperoleh persetujuan Rais Aam terpilih.

Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepengurusan PBNU periode baru kini memasuki tahap penyusunan struktur organisasi. Ia menilai kelengkapan struktur menjadi kebutuhan mendesak agar berbagai agenda organisasi dapat segera dijalankan.

Selain fokus membentuk kepengurusan, Gus Kikin sebelumnya juga menyerukan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menjaga persatuan setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang menjadi milik bersama.

Gus Kikin juga menyampaikan bahwa pembangunan manusia akan menjadi salah satu perhatian dalam kepemimpinannya. Nilai-nilai dasar agama, kata dia, perlu menjadi landasan dalam menjalankan organisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas manusia.

Penyusunan kepengurusan dalam satu bulan ke depan menjadi langkah awal bagi Gus Kikin untuk menjalankan kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 sekaligus mempersiapkan organisasi menghadapi berbagai agenda dan tantangan ke depan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Nasional