Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad dan PT Vale Perkuat Kerja Sama Rehabilitasi DAS dan Pengembangan Kehutanan

badge-check


					Universitas Tadulako (Untad) melalui Fakultas Kehutanan memperkuat kemitraan dengan PT Vale Indonesia Tbk melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rektor Untad. (Foto: Istimewa) Perbesar

Universitas Tadulako (Untad) melalui Fakultas Kehutanan memperkuat kemitraan dengan PT Vale Indonesia Tbk melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rektor Untad. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) melalui Fakultas Kehutanan memperkuat kemitraan dengan PT Vale Indonesia Tbk melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rektor Untad, Jumat (18/9/2026).

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelaksanaan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi kepercayaan PT Vale Indonesia Tbk kepada Untad. Ia menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata untuk mendukung pemulihan dan pemeliharaan lingkungan di Sulteng.

Baca Juga:
UNTAD Perkuat Sinergi Jaminan Sosial, Tandatangani MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

“Penandatanganan PKS ini sebenarnya bukan sekadar kerja sama administratif. Harapan kita tentunya ada komitmen nyata untuk memulihkan dan menjaga lingkungan Sulawesi Tengah,” ujar Amar.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian kerja sama adalah rehabilitasi DAS di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Provinsi Sulteng. Kawasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi hutan akademik Fakultas Kehutanan Untad yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi kehutanan.

“Harapan kita nanti ini bisa menjadi hutan akademik dari Fakultas Kehutanan Untad untuk dikelola. Ini juga bisa menjadi living laboratory atau legacy bagi pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi kehutanan,” jelasnya.

Program kerja sama juga mencakup Waslai Rehabilitasi DAS, mulai dari verifikasi lokasi, sosialisasi, penyusunan dokumen rencana penanaman, pengawasan teknis, penilaian kuantitas dan kualitas tanaman, geotagging, hingga persiapan serah terima tanaman.

Amar menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya dilihat dari luas lahan yang ditanami. Pertumbuhan dan keberlangsungan tanaman serta fungsi ekologisnya juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan melalui pemeliharaan, monitoring, kualitas bibit, dan tingkat keberhasilan tanaman.

Sementara itu, Endra Kusuma, Head of External Relations Regional & Growth dan Head of HSOR PT Vale Indonesia Tbk, menyampaikan apresiasi atas dukungan Untad dalam pelaksanaan kerja sama tersebut. Menurutnya, MoU yang ditandatangani menjadi payung kerja sama yang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada rehabilitasi DAS.

“MoU ini tidak hanya terbatas pada rehabilitasi DAS. Kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta bidang-bidang lainnya,” ujar Endra.

Ia mengatakan kolaborasi dengan Untad juga berpeluang dikembangkan melalui penelitian dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pada bidang pertanian, peternakan, lingkungan, serta berbagai potensi penelitian lainnya yang membutuhkan dukungan akademik.

“Kami menyadari bahwa kami tidak bisa berdiri sendiri. Kami merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tentunya membutuhkan dukungan dari rekan-rekan di dunia akademik, terutama universitas,” jelasnya.

Baca Juga:
Untad dan Kejati Sulut Teken MoU, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Dunia Akademik

Mewakili Dekan Fakultas Kehutanan Untad, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Ir. Sudirman, S.Hut., M.Sc., menyatakan kesiapan fakultas melaksanakan amanah kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan yang sebelumnya berkaitan dengan LPPM Untad kemudian diamanahkan kepada Fakultas Kehutanan karena substansinya berkaitan erat dengan lingkungan dan kehutanan.

“Karena ini sifatnya mandat, kami dari Fakultas Kehutanan dengan sepenuh hati bersedia untuk melaksanakan kegiatan ini, meskipun tentu ada beberapa tantangan yang harus kita hadapi,” ujarnya.

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, PT Vale Indonesia Tbk turut diwakili Febrin Sitorus selaku Environment & Sustainability Risk Operations dan Charles Andrianto selaku Project Manager Watershed Rehabilitation. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan