Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Anwar Hafid Jajaki Kerja Sama MNC University, Perkuat Beasiswa Berani Cerdas

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Menjajaki Kerja Sama Dengan MNC University Untuk Memperluas Akses Pendidikan, Mengembangkan Program Beasiswa, Serta Meningkatkan Potensi Daerah Melalui Riset Dan Inovasi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Menjajaki Kerja Sama Dengan MNC University Untuk Memperluas Akses Pendidikan, Mengembangkan Program Beasiswa, Serta Meningkatkan Potensi Daerah Melalui Riset Dan Inovasi. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menjajaki kerja sama dengan MNC University untuk memperluas akses pendidikan, mengembangkan program beasiswa, serta meningkatkan potensi daerah melalui riset dan inovasi.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi bersama Direktur Direktorat Riset, Inovasi, dan Dampak Sosial MNC University, Dr. Humiras Betty M. Sihombing, M.Pd., di Sulteng, Rabu (14/10/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., serta Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Drs. Rustam Arifuddin, M.Si.

Dalam pertemuan itu, Humiras Betty menyampaikan kesiapan MNC University untuk menjajaki kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui penelitian, inovasi, dan program yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Salah satu peluang yang ditawarkan adalah beasiswa Bina Talenta dengan skema pembiayaan 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen sesuai ketentuan program.

“Kami sangat ingin terlibat dalam hal-hal yang bisa kami berikan untuk pengembangan potensi daerah,” ujar Betty.

MNC University juga memperkenalkan model pendidikan 2+2, yakni dua tahun pembelajaran di kampus dan dua tahun keterlibatan dalam kegiatan lapangan, industri, serta pengembangan potensi daerah. Skema tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan praktis dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Gubernur Anwar Hafid menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa program pendidikan harus berorientasi pada peningkatan kompetensi agar lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk bekerja.

“Bagaimana kita tidak hanya membiayai mereka untuk kuliah, tetapi setelah selesai kuliah, mereka benar-benar memiliki kemampuan dan bisa bekerja,” ungkap Anwar.

Sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Sulteng berencana memprioritaskan pengembangan beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan pada 2027. Rencana tersebut akan dibahas bersama perangkat daerah terkait dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), termasuk penentuan sasaran penerima dan skema pembiayaan.

Selain peningkatan kompetensi profesional, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Mandarin, juga menjadi perhatian dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia Sulteng menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Anwar turut mendorong pemetaan potensi lebih dari 2.000 desa di Sulawesi Tengah melalui needs assessment atau penilaian kebutuhan masyarakat. Pemetaan tersebut mencakup sektor pertanian, kelautan, sumber daya alam, dan pariwisata agar perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Anwar mencontohkan potensi pariwisata dan kerajinan tenun sarung Donggala yang dapat dikembangkan melalui pendampingan masyarakat, peningkatan kualitas produk, serta promosi. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam proses tersebut dapat membantu mengubah potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa kajian langsung di lapangan diperlukan sebagai dasar dalam menyusun program pembangunan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.

“Sepanjang tidak ada tim ahli yang melakukan needs assessment kepada masyarakat, perencanaan kita berisiko tidak mencapai hasil yang diharapkan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan membahas peluang kerja sama secara teknis bersama dinas terkait dan Bappeda. Pembahasan tersebut mencakup penyusunan program percontohan, penentuan sasaran peserta, skema pembiayaan, serta mekanisme pelaksanaan.

Penjajakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan MNC University diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Program Berani Cerdas melalui perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi desa secara berkelanjutan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi