Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Beranda

Untad Jadi Tuan Rumah The 4th Annual Meeting LMI-SIR Project, Bahas Mitigasi Risiko Bencana Geologi

badge-check


					Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. Foto Bersama Peserta, (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. Foto Bersama Peserta, (Foto: Istimewa)

karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 4th Annual Meeting of the LMI-SIR Project (Laboratoire Mixte International – Subductions et Indosinnes of Risques Associés) bertema “From Hazard Geosciences to Disaster Risk Reduction”, sebuah forum ilmiah internasional yang mempertemukan para peneliti, ilmuwan, dan praktisi kebencanaan dari berbagai negara.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Untad ini berlangsung pada 28–31 Oktober 2025 di Palu, dan menjadi ajang kolaborasi antara Universitas Tadulako, Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Prancis, Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP), dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (CVGHM).

Baca Juga:
Rektor Untad Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

Forum tahunan ini menjadi wadah penting bagi peserta untuk membahas kemajuan riset kebencanaan, pengembangan teknologi pemantauan bencana, serta strategi pengurangan risiko geologi. Selain bertukar hasil penelitian terkini, pertemuan ini juga mendorong sinergi lintas disiplin dan penerapan hasil riset menjadi kebijakan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai upaya menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata mitigasi bencana. Ia menyebut kegiatan tersebut memiliki dampak strategis terhadap penguatan riset, kapasitas akademik, dan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana seperti Sulawesi Tengah.

“Sebagai perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah yang pernah dilanda bencana besar pada tahun 2018, Universitas Tadulako berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam bidang kebencanaan, pendidikan, dan pembangunan ketahanan terhadap bencana,” ujar Prof. Amar.

“Peristiwa bencana tersebut mengingatkan kita bahwa proses geologi bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita dapat meminimalkan dampaknya dan menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Rektor juga mengumumkan bahwa mulai tahun ini Untad akan membangun Nalodo Research Center, sebuah pusat riset yang didedikasikan untuk penelitian gempa bumi dan likuefaksi di Palu.

Pusat riset tersebut akan menjadi wadah kolaborasi, inovasi, dan penelitian kebencanaan geologi yang memperkuat peran Untad dalam jejaring riset nasional dan internasional.

“Kehadiran Nalodo Research Center menjadi bukti nyata komitmen Universitas Tadulako untuk memperkuat penelitian kebencanaan. Kami berharap kolaborasi LMI-SIR ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan dan keberlanjutan pusat riset tersebut,” jelas Rektor.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini, termasuk BNPB, BRIN, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang selama ini aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia.

Ia berharap, kerja sama lintas lembaga ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang tangguh terhadap bencana.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat riset dan kebijakan berbasis sains dalam mitigasi bencana. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga riset internasional akan mempercepat kesiapsiagaan dan penanganan risiko bencana di masa depan,” tutupnya.

Baca Juga:
Semangat SIGA-8 Jadi Pesan Utama Rektor Untad bagi 1.475 Wisudawan ke-132

Kegiatan pembukaan forum dihadiri sejumlah tokoh nasional dan internasional di bidang kebencanaan, di antaranya:

– Dr. Mohammad Wafid, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM,

– Dr. Priatni Hadi Wijaya, Kepala CVGHM,

– Dr. Raditya Jati, Deputi Sistem dan Strategi BNPB,

– Dr. Adrian Tohari, Kepala Pusat Riset Bencana Geologi BRIN,

– Prof. Adèle Martial Gros, IRD untuk Indonesia dan Timor Leste,

– Dr. Jean-Philippe Métaxian, IPGP/IRD Prancis, dan

– Dr. Devy Kamil Syahbana, CVGHM Indonesia.

Forum ilmiah ini diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia, khususnya Universitas Tadulako, dalam riset kebencanaan global dan memperkokoh jejaring ilmuwan yang berfokus pada keselamatan serta keberlanjutan hidup masyarakat di wilayah rawan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Beranda