Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

10 Hari Bertahan, Nurhanisa Akhirnya Menyusul Suami dan Anak Tercinta

badge-check


					oto Tiga korban pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Pasangan suami isteri Jamil (32) dan Nurhanisa (23) serta anaknya, semasa hidupnya. (Foto: facebook Nur Fadila Amrah) Perbesar

oto Tiga korban pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Pasangan suami isteri Jamil (32) dan Nurhanisa (23) serta anaknya, semasa hidupnya. (Foto: facebook Nur Fadila Amrah)

Karama.id – Palu, Nurhanisa (23), korban yang sempat bertahan hidup dalam kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari.

Korban mengembuskan napas terakhir di RSUD Undata Palu sekitar pukul 15.00 Wita, Rabu (5/8/2026), usai menjalani operasi akibat luka berat yang dideritanya.

Kasi Humas Polresta Palu, AIPTU I Kadek Aruna, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengatakan jenazah korban selanjutnya dibawa pihak keluarga ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

Baca Juga:
Pelaku Pembunuhan Ayah dan Balita di Palu Masih Diburu, Polisi Belum Ungkap Motif

“Korban meninggal dunia sekitar pukul 15.00 Wita di RSUD Undata. Selanjutnya jenazah dibawa pihak keluarga ke Palopo untuk dimakamkan di kampung halamannya,” ujar Kadek.

Sebelum meninggal dunia, Nurhanisa sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di RS Bhayangkara Palu sebelum dirujuk ke RSUD Undata untuk menjalani operasi. Namun, setelah tindakan medis tersebut, kondisi korban tidak pernah kembali sadar hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Dengan meninggalnya Nurhanisa, jumlah korban tewas dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, suami korban bersama anak perempuan mereka yang masih berusia sekitar dua tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rumah saat peristiwa terjadi pada Minggu (26/7/2026) malam.

Baca Juga:
Anwar Hafid Berduka atas Tragedi Pembunuhan Satu Keluarga di Palu, Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Saat kejadian, Nurhanisa ditemukan dalam kondisi kritis dengan sejumlah luka berat dan menjadi satu-satunya anggota keluarga yang sempat bertahan hidup.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, Aan Kurniawan, yang hingga kini belum berhasil ditangkap.

Polisi juga terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sedikitnya sembilan orang saksi guna mengungkap secara utuh motif maupun kronologi dugaan pembunuhan yang menggemparkan warga Kota Palu itu.

Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan dan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan hingga yang bersangkutan berhasil diamankan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal