Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Ditlantas Polda Sulteng Perketat Pengawasan di Titik Rawan Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Tinombala 2026

badge-check


					Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Tinombala 2026 memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan di wilayah Kota Palu. (Foto: Istimewa) Perbesar

Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Tinombala 2026 memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan di wilayah Kota Palu. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Memasuki Minggu (15/3/2026), jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Tinombala 2026 memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan di wilayah Kota Palu.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut melibatkan berbagai subsatgas, mulai dari unit patroli dan pengaturan, Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas, hingga Subsatgas Traffic Accident Analysis (TAA). Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) bagi masyarakat.

Sejak pagi sekitar pukul 08.30 Wita, Subsatgas Patroli dan Pengaturan telah bersiaga di sejumlah lokasi strategis, di antaranya kawasan Bandara Sis Al-Jufri, Jalan Abdurahman Saleh, dan Jalan Basuki Rahmat. Kehadiran personel di lapangan bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas, khususnya pada akhir pekan.

Pada siang hingga sore hari, Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas melakukan langkah antisipatif terhadap potensi kepadatan arus kendaraan. Mulai pukul 14.00 Wita, petugas melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik krusial sekaligus memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada juru parkir serta pengendara roda dua dan roda empat agar tetap tertib berlalu lintas.

Petugas juga mengingatkan pengendara agar tidak menggunakan bahu jalan secara sembarangan karena dapat memicu kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, sekitar pukul 15.30 Wita, Subsatgas Traffic Accident Analysis (TAA) melaksanakan patroli dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama di Kota Palu, seperti Jalan Soekarno Hatta, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Gusti Ngurah Rai, dan Jalan M. Yamin.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan teguran, baik secara lisan maupun tertulis, kepada pengendara yang melakukan pelanggaran kasat mata yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Pengawasan dan patroli kemudian dilanjutkan hingga malam hari. Mulai pukul 19.30 Wita, Subsatgas Patroli kembali menyisir sejumlah ruas jalan, antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan R.A. Kartini, dan kawasan sekitarnya guna memastikan situasi lalu lintas tetap aman dan tertib saat aktivitas masyarakat meningkat pada malam hari.

Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Tinombala 2026, AKBP Hasanuddin, SH, mengatakan bahwa patroli dan pengawasan yang dilakukan merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas selama operasi berlangsung.

“Kami terus mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara roda dua, serta tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Keselamatan adalah prioritas utama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Operasi Ketupat Tinombala 2026 mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif melalui patroli, pengaturan lalu lintas, serta sosialisasi kepada masyarakat guna menciptakan kenyamanan dan keselamatan bersama selama masa operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal