Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Operasi Madago Raya Resmi Berakhir, Polda Sulteng Pastikan Pengamanan Poso Tetap Berlanjut

badge-check


					Kapolda Sulawesi Tengah Irjen. Endi Sutendi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen. Endi Sutendi. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya resmi dinyatakan berakhir. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen. Pol. Dr. Endi Sutendi saat rilis akhir tahun 2025 di hadapan awak media, Selasa (30/12/2025), di lobi utama Mako Polda Sulawesi Tengah.

Kapolda Sulteng menjelaskan, berakhirnya Operasi Madago Raya merupakan bagian dari evaluasi strategis Polri dalam penanganan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah. Meski operasi khusus dihentikan, langkah-langkah pengamanan dan pemeliharaan stabilitas tetap menjadi prioritas utama kepolisian melalui skema pengamanan yang disesuaikan dengan dinamika situasi di lapangan.

Diketahui, Operasi Madago Raya merupakan kelanjutan dari Operasi Tinombala yang berganti nama sejak 1 Januari 2021. Pergantian nama tersebut sekaligus menandai perubahan pendekatan Polri yang lebih mengedepankan langkah pencegahan, pembinaan, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Irjen. Pol. Endi Sutendi menegaskan, berakhirnya Operasi Madago Raya tidak berarti aktivitas patroli dan pengamanan di wilayah bekas operasi berhenti. Menurutnya, kegiatan kepolisian tetap berjalan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada seluruh polres jajaran, dengan dukungan penuh dari Polda Sulawesi Tengah.

Ia memastikan wilayah bekas operasi tetap menjadi perhatian utama kepolisian. Namun, pola pengamanan yang diterapkan akan mengalami penyesuaian seiring kondisi keamanan yang dinilai semakin kondusif.

“Poso tetap menjadi atensi dengan melakukan KRYD, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif hingga penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran ataupun tindak pidana terorisme,” ujar Irjen. Endi Sutendi.

Kapolda menambahkan, per 31 Desember 2025 Operasi Madago Raya secara resmi dinyatakan selesai. Kendati demikian, kegiatan berkelanjutan berupa pembinaan, pengawasan, serta penguatan deteksi dini tetap dilaksanakan untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, dan wilayah Sulawesi Tengah secara umum.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Ia menilai, sepanjang 2025 upaya deradikalisasi berjalan efektif, di mana sekitar seratusan eks narapidana terorisme (napiter) dan simpatisan dilaporkan telah kembali menyatakan komitmen kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keamanan tidak bisa hanya diserahkan kepada Polri semata. Peran aktif masyarakat sangat penting agar situasi Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal