Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Video Penggerebekan Polisi di Palu Viral, Massa Lempari Mobil Brimob dengan Batu

badge-check


					Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Djoko Wienartono Memberikan Klarifikasi Resmi. Perbesar

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Djoko Wienartono Memberikan Klarifikasi Resmi.

Karama.id – Palu, Sebuah video penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian viral di media sosial dan menghebohkan warga Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Dalam video berdurasi 2 menit 30 detik itu, tampak sejumlah warga berusaha menghadang petugas saat melakukan penangkapan di kawasan permukiman, bahkan sempat melempari mobil taktis Satbrimob Polda Sulteng dengan batu.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Rekaman yang beredar luas di berbagai platform sosial media memperlihatkan situasi tegang antara aparat kepolisian dan sekelompok warga yang diduga berusaha menghalangi proses penangkapan.

Baca Juga:
Polda Sulteng Gelar Donor Darah Semarakkan HUT ke-74 Humas Polri

Menanggapi beredarnya video itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Djoko Wienartono memberikan klarifikasi resmi. Dalam keterangannya pada Jumat (24/10/2025), ia membenarkan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari operasi pengembangan kasus narkoba.

“Iya benar, pada Kamis (23/10/2025) kemarin, jajaran Satbrimob Polda Sulteng diminta melakukan bantuan pengamanan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo dalam pengembangan kasus narkoba di Kelurahan Kayumalue, Palu Utara,” jelas Kombes Djoko.

Menurutnya, penggerebekan itu merupakan hasil kerja sama lintas provinsi antara Polda Gorontalo dan Polda Sulawesi Tengah. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan satu orang perempuan yang diduga sebagai bandar narkoba, bersama barang bukti sabu dan uang tunai.

“Saat proses penangkapan berlangsung, situasi di lapangan sempat menegangkan karena ada perlawanan dari beberapa warga yang tidak terima. Namun, petugas berhasil mengendalikan keadaan tanpa korban jiwa,” ujarnya.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga tengah melakukan pengembangan guna menelusuri jaringan narkoba yang diduga memiliki koneksi lintas provinsi.

Baca Juga:
Polsek Bumi Raya Ungkap Sindikat Curanmor, Amankan Dua Pelaku dan 7 Kendaraan

Polda Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar di media sosial. Pihak kepolisian juga menyayangkan adanya perlawanan dari sejumlah warga yang justru terlihat membela pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba adalah musuh bersama karena dampaknya sangat merusak, terutama bagi generasi muda penerus bangsa. Kami berharap masyarakat mendukung langkah kepolisian dalam memberantas jaringan peredaran narkoba, bukan sebaliknya,” tegas Kombes Djoko Wienartono.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk berpikir jernih dan menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.

“Mari bersama kita ciptakan lingkungan yang aman, bebas dari narkoba, dan mendukung masa depan generasi bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal