Karama.Id – Sigi, Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat melalui Program Studi Kewirausahaan menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun IV Desa Rarampadende, Kabupaten Sigi, dengan memberikan pelatihan pengolahan jagung menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen Fakultas Ekonomi bersama mahasiswa Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan (HMK) Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat.

Dalam pelatihan itu, masyarakat diberikan edukasi pembuatan susu jagung dan briket berbahan dasar tongkol jagung sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
Dekan Fakultas Ekonomi,Dr. Muhammad Umar, S.E., M.M. Mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Pengabdian ini merupakan wujud komitmen kami dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fakultas Ekonomi hadir tidak hanya dalam proses pembelajaran di kampus, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Studi Kewirausahaan yang dimiliki Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat menjadi satu-satunya program studi kewirausahaan di perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, program studi tersebut tidak hanya menekankan pembelajaran teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan agar mahasiswa memiliki kemampuan kewirausahaan yang aplikatif.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana mempraktikkan ilmu kewirausahaan secara langsung. Alhamdulillah, Prodi Kewirausahaan juga telah meraih akreditasi Baik Sekali,” tambahnya.
Pelatihan menghadirkan Ketua Program Studi Kewirausahaan, Yuliana, S.E., M.M. serta dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Sosial, Albar Al Idrus, S.E., M.M. sebagai pemateri.
Pemilihan Desa Rarampadende sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi jagung yang melimpah di wilayah tersebut. Namun, hasil pertanian jagung dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Melalui pelatihan pengolahan susu jagung, masyarakat diperkenalkan pada diversifikasi pangan berbahan jagung yang memiliki nilai gizi dan nilai jual lebih tinggi.
Sementara itu, pembuatan briket dari tongkol jagung diarahkan sebagai solusi pemanfaatan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang produktif dan ramah lingkungan.
Pihak fakultas berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha mikro pedesaan, dalam menciptakan peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Kegiatan pengabdian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Rarampadende karena dinilai memberikan pengetahuan baru terkait pengelolaan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai jual dan potensi usaha berkelanjutan.














