Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Faperta Untad Latih Petani Kakao Manfaatkan Limbah Jadi Pupuk Organik

badge-check


					Faperta Untad berikan pelatihan ke petani di Kabupaten Sigi, (Foto: Istimewa) Perbesar

Faperta Untad berikan pelatihan ke petani di Kabupaten Sigi, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Sigi, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) Palu melaksanakan pelatihan bagi petani kakao di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Fokus kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi pupuk organik ramah lingkungan.

Ketua Tim, Moh. Hibban Toana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendampingi petani dalam memulihkan kesuburan lahan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Baca Juga:
Polsek Bumi Raya Ungkap Sindikat Curanmor, Amankan Dua Pelaku dan 7 Kendaraan

“Dengan begitu, produktivitas dan kualitas kakao dapat terjamin, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” ujarnya.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan bersama dua akademisi lainnya, Dance Tangkesalu dan Mutmainah. Menurut Hibban, petani kakao di Desa Sejahtera menghadapi tantangan serius, seperti menurunnya kesuburan lahan, serangan hama yang tinggi, dan mutu biji kakao rendah karena tidak melalui proses fermentasi. Hal tersebut turut menyebabkan harga jual hasil panen menurun.

“Selama ini mayoritas petani masih bergantung pada pestisida sintetis. Karena itu, kami memperkenalkan pembuatan pupuk organik dari limbah kulit buah kakao, sekaligus teknik pengendalian hama dengan metode sarungisasi, yaitu membungkus buah kakao muda menggunakan plastik bening agar terlindungi dari penggerek buah kakao (PBK),” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan, Luther Tabilangi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan limbah kulit kakao tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memberi nilai tambah pada limbah yang selama ini terbuang sia-sia.

“Terima kasih sudah memberikan pelatihan kepada kami untuk memanfaatkan limbah kulit kakao menjadi pupuk organik,” ujarnya.

Baca Juga:
FKIP Untad Rayakan Dies Natalis ke-61, Usung Tema BERLIAN Menuju Generasi Emas Indonesia

Sebagai tindak lanjut, tim PKM Untad juga menyerahkan bantuan peralatan kepada kelompok tani agar program ini dapat berkesinambungan.

Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan