Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Hardiknas 2026, Untad Tegaskan Komitmen Riset Berdampak dan Pendidikan Inklusif

badge-check


					Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. Saat Membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. Saat Membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menegaskan arah penguatan riset berdampak dan perluasan akses pendidikan inklusif dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar melalui upacara di lapangan kampus, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan dan civitas akademika dengan mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman dalam dunia pendidikan.

Rektor Untad, Amar, menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat melalui inovasi dan riset.

“Perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan zaman dengan riset yang berdampak nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif,” ujarnya saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurutnya, Untad saat ini tengah mengarahkan transformasi kelembagaan agar mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tengah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Selain itu, Untad memperkuat komitmen sebagai institusi pendidikan yang inklusif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa serta kemudahan bagi mahasiswa yang berasal dari Sulawesi Tengah.

“Tidak boleh ada yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan tinggi. Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul,” tambahnya.

Momentum Hardiknas 2026 ini menjadi refleksi bagi dunia pendidikan tinggi untuk terus beradaptasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan