Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

KKN Kolaborasi Untad–UGM Resmi Dimulai di Donggala, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Blue Economy

badge-check


					Peserta KKN Untad-UGM Yang Diterima Langsung Oleh Bupati Donggala. (Foto: Istimewa) Perbesar

Peserta KKN Untad-UGM Yang Diterima Langsung Oleh Bupati Donggala. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Donggala, Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diperkuat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Program yang mengusung tema “Optimalisasi Blue Economy sebagai Penggerak Ekonomi Regeneratif dan Ketahanan Pangan Berbasis Circular Economy, Zero Waste, dan One Health sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat” tersebut secara resmi diterima Pemerintah Kabupaten Donggala dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Donggala, Senin (22/6/2026).

Pelaksanaan KKN kolaboratif ini menjadi wadah sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di desa.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Untad, UGM, para dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kabupaten Donggala.

Baca Juga:
Wamen Diktisaintek Deklarasikan Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi se-Sulteng

Menurutnya, Donggala memiliki potensi besar di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, hingga ekonomi masyarakat yang membutuhkan dukungan inovasi dan kolaborasi agar dapat berkembang lebih optimal.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Apa yang kalian lakukan nantinya diharapkan tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga menjadi sumbangsih nyata dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Vera juga meminta seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa untuk aktif mendukung pelaksanaan program KKN agar seluruh kegiatan dapat berjalan maksimal.

“Saya mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala untuk membuka ruang kolaborasi, mendampingi, serta membantu mahasiswa dalam melaksanakan program-programnya di lapangan. Ini merupakan kerja bersama yang membutuhkan dukungan seluruh pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

“Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan kontribusi melalui penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,” jelasnya.

Ia mengatakan pengalaman pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan berbagai hasil positif yang masih dirasakan masyarakat hingga kini. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu merancang program kerja yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain menjalankan program pemberdayaan, mahasiswa juga didorong membantu pelaku usaha desa memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk-produk lokal sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

“Yang kita harapkan adalah program kerja yang benar-benar memberikan manfaat. Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,” katanya.

Baca Juga:
Untad Buka Peksima 2026, Jaring Mahasiswa Berbakat Menuju Peksiminas

Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menilai keberhasilan program KKN sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat.

“Pengalaman menunjukkan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya karena kehadiran mahasiswa, tetapi juga karena adanya semangat gotong royong masyarakat dalam membangun daerahnya bersama-sama,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako menjelaskan bahwa program KKN Kolaborasi Untad–UGM tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan di Desa Towale dan Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, serta tahun pertama di Desa Siweli dan Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang.

Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan warga dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan