Karama.id – Palu, Dalam upaya meningkatkan kualitas proposal yang diajukan dalam kompetisi pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako mengadakan kegiatan Klinik Proposal. Acara ini diselenggarakan pada Senin, 24 Maret 2025, bertempat di ruang rapat LPPM Universitas Tadulako.
Ketua LPPM Universitas Tadulako, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum., menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan jumlah proposal yang diusulkan dan diterima, seiring dengan status Universitas Tadulako yang telah mencapai klaster mandiri.

“Kami berharap, dengan status klaster mandiri yang kini disandang Untad, jumlah usulan proposal penelitian dan pengabdian yang lolos seleksi pendanaan dari DPPM Kemendiktisaintek semakin meningkat. Sebagai gambaran, pada tahun 2023 terdapat 52 proposal penelitian yang diajukan, dengan 14 proposal berhasil didanai. Sementara itu, dari 9 proposal pengabdian yang diajukan, 5 di antaranya diterima. Pada tahun 2024, jumlah proposal penelitian meningkat menjadi 113, dengan 36 di antaranya mendapatkan pendanaan. Sementara itu, dari 21 proposal pengabdian yang diajukan, 9 berhasil lolos seleksi,” jelasnya.
Klinik Proposal ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya. Prof. Dr. Ir. Sri Anjar Lasmini, M.P., selaku reviewer nasional DPPM Ditjen Risbang Kemendiktisaintek RI, menyampaikan materi bertajuk “Tips Lolos Seleksi Proposal Pengabdian.” Sementara itu, Prof. M. Sulaiman Zubair, Ph.D., membahas strategi dalam sesi “Strategi Bersaing dalam Hibah Kompetisi Penelitian.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen dan peneliti Universitas Tadulako dapat menyusun proposal yang lebih kompetitif dan berpeluang besar untuk mendapatkan pendanaan hibah penelitian dan pengabdian.














