Karama.id – Palu, Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., secara resmi membuka Seminar Nasional Ekonomi Kreatif yang digelar Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah (Sulteng) di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, Sabtu (18/7/2026).
Seminar yang mengusung semangat kolaborasi lintas sektor itu menjadi momentum lahirnya Gekrafs Kampus Sulteng sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Untad, jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gekrafs Sulteng, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pelaku ekonomi kreatif, organisasi kepemudaan, serta komunitas kreatif di Sulteng.\
Dalam sambutannya, Rektor Untad menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Gekrafs Kampus Sulteng yang dinilai sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Prof. Amar, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi muda yang berani menciptakan inovasi serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Universitas Tadulako mendukung penuh kehadiran Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah sebagai wadah bagi mahasiswa kreatif untuk berkarya dan berkolaborasi. Kami membuka ruang kerja sama agar gerakan ini dapat tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Amar.
Ia berharap organisasi tersebut mampu melahirkan berbagai program kreatif yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Sementara itu, Ketua Gekrafs Kampus Sulteng, Tasman Sudirman, mengatakan pembentukan organisasi tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui kreativitas dan inovasi.
Menurutnya, ekonomi kreatif menjadi sektor yang sangat dekat dengan kehidupan anak muda sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
“Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah lahir dari keyakinan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama yang mampu menciptakan inovasi, peluang usaha, dan solusi bagi masyarakat melalui ekonomi kreatif,” katanya.
Tasman menambahkan, Gekrafs Kampus Sulteng akan menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif untuk melahirkan program-program yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, serta pelaku industri kreatif yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis digital, kewirausahaan kreatif, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Melalui seminar ini, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang dan tantangan industri kreatif di era digital sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha.
Ke depan, Gekrafs Kampus Sulteng berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan generasi muda, pengembangan kewirausahaan kreatif, serta kolaborasi lintas sektor sebagai kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.














