Karama.id – Palu, Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. turut menghadiri peringatan Haul ke-58 Seyyid Idrus bin Salim Al-Jufri yang berlangsung khidmat di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu. Kehadiran Rektor untad menjadi bagian dari dukungan kalangan akademisi terhadap pelestarian nilai-nilai keislaman, pendidikan, serta perjuangan ulama dalam membangun peradaban bangsa.
Kegiatan haul tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Agraria Republik Indonesia, Wakil Gubernur Maluku Utara, Gubernur Sulawesi Tengah, hingga mantan Gubernur Sulawesi Tengah. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi akbar sekaligus refleksi atas warisan perjuangan Guru Tua.

Dalam rangkaian kegiatan, Rektor Untad tampak berbaur bersama para tokoh dan jamaah, mengikuti seluruh prosesi dengan penuh khidmat. Kehadiran perguruan tinggi dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antara dunia akademik dan nilai-nilai keagamaan yang telah lama menjadi fondasi pembangunan masyarakat di Sulawesi Tengah.
Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa besar Guru Tua dalam bidang pendidikan dan dakwah. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan Alkhairaat yang dirintis oleh Guru Tua telah berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak generasi bangsa.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi, untuk terus melanjutkan perjuangan Guru Tua, khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan.
“Warisan terbesar Guru Tua adalah pendidikan. Ini yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga mengungkapkan adanya rencana penataan kawasan haul ke depan dengan melibatkan Untad.
“Tadi malam saya bersama Rektor Untad, beliau sudah mendesain area ini sedemikian rupa, sehingga insya Allah kita kerja sama semua untuk mewujudkannya menjadi arena yang representatif dan sejuk,” ungkapnya.
Menteri Agama Republik Indonesia turut menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dan keteladanan ulama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peringatan haul menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada ulama sekaligus memperdalam nilai-nilai keislaman.
Selain itu, tokoh utama Alkhairaat mengingatkan bahwa keteladanan Guru Tua terletak pada pengabdian tanpa batas kepada umat. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk dunia pendidikan tinggi, untuk mengambil peran dalam melanjutkan misi dakwah dan pendidikan yang telah dirintis.
Kehadiran Rektor untad dalam peringatan haul ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga keagamaan, khususnya dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter.
Peringatan Haul ke-58 Guru Tua ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara ulama, umara, dan akademisi sangat penting dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan persatuan bangsa.














