Karama.id – Donggala, Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., melakukan kunjungan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, sebagai bentuk dukungan terhadap program pengabdian masyarakat yang mengedepankan kolaborasi antarperguruan tinggi.
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untad, Dr. Lukman, M.Hum., dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN dari Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada.

Program KKN Kolaborasi UGM–Untad merupakan kerja sama yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Melalui program ini, mahasiswa dari kedua perguruan tinggi diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan inovasi, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Rektor Untad mengapresiasi keberlanjutan kerja sama antara Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada yang dinilai menjadi contoh nyata sinergi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat.
“KKN kolaborasi ini bukan sekadar program pengabdian, tetapi menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Mereka belajar beradaptasi dengan masyarakat, menerapkan ilmu pengetahuan, membangun kepemimpinan, sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi desa. Inilah semangat Merdeka Belajar yang ingin terus kita kembangkan,” ujar Prof. Amar.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi harus terus diperkuat karena mampu melahirkan pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya akademik yang berdampak positif, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
“Kami berharap kerja sama antara Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Semakin banyak kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di daerah,” katanya.
Prof. Amar juga mengajak mahasiswa menjadikan masa KKN sebagai momentum membangun karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja bersama masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh di ruang kuliah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi harus hadir membawa solusi, inovasi, dan semangat pemberdayaan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LPPM Untad, Dr. Lukman, M.Hum., menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi UGM–Untad telah menghasilkan berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah restorasi terumbu karang bertajuk Satria Laut 2026 di Pantai Kaluku, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah.
Menurutnya, restorasi dilakukan menggunakan model Kebun Karang, yaitu metode sederhana dan berbiaya rendah dengan memanfaatkan karang mati yang disusun menyerupai piramida sebagai media penempelan bibit karang hidup menggunakan kabel ties.
“Program restorasi terumbu karang ini menjadi salah satu bentuk pengabdian yang sangat berdampak. Dengan metode Kebun Karang, mahasiswa berhasil membentuk enam rumpun terumbu karang baru yang diharapkan dapat mendukung pemulihan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir,” jelas Dr. Lukman.
Ia menambahkan, berbagai program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan selama masa KKN, tetapi dirancang agar memiliki keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Melalui KKN Kolaborasi UGM–Untad, kedua perguruan tinggi berharap sinergi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dapat terus diperkuat. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antaruniversitas yang mampu menghadirkan inovasi, mempercepat pembangunan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan akademik yang berkelanjutan. *














