Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Sebanyak 9.992 Peserta Ikuti SNBT di Untad, Keperawatan dan Kedokteran Paling Diminati

badge-check


					Konfrensi Pers Panitia Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Universitas Tadulako (Untad). (Foto: Istimewa) Perbesar

Konfrensi Pers Panitia Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Universitas Tadulako (Untad). (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Sebanyak 9.992 peserta mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 di Universitas Tadulako. Dari jumlah tersebut, program studi Keperawatan dan Kedokteran menjadi yang paling diminati calon mahasiswa.

Berdasarkan data sementara, program studi Keperawatan mencatat jumlah peminat tertinggi sebanyak 1.240 orang dengan daya tampung 65 kursi. Disusul program studi Kedokteran dengan 1.163 peminat dan daya tampung 75 kursi. Data tersebut masih berpotensi berubah hingga penutupan pendaftaran pada 30 April 2026.

Koordinator Pelaksana SNBT Untad, Adfiyanti Fadjar, menyampaikan bahwa dari total peserta terdapat empat pendaftar berkebutuhan khusus non tunanetra, yakni tunadaksa dan tunarungu.

“Peserta tunarungu akan didampingi untuk membantu memahami instruksi selama ujian,” ujarnya dalam konferensi pers di ruang Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Kamis (16/4/2026).

Selain itu, Untad juga menyediakan beasiswa penuh pada dua program studi vokasi, yakni D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur dan D4 Teknologi Rekayasa Sistem. Mahasiswa yang diterima pada kedua program tersebut dibebaskan dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Andi Rusdin, menegaskan pihaknya memperketat pengawasan guna mencegah praktik kecurangan, termasuk penggunaan jasa joki.

Menurutnya, seluruh peserta wajib membawa dokumen resmi dan melewati tahapan pemeriksaan ketat. Panitia juga menggunakan metal detector serta mengantisipasi kecurangan berbasis teknologi.

“Jika kecurangan terdeteksi, sanksi tidak hanya berupa pemblokiran peserta, tetapi juga dapat berdampak pada sekolah asal,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru tidak melibatkan pihak ketiga. Seluruh pendaftaran dilakukan melalui laman resmi universitas dan pembayaran hanya melalui rekening resmi.

Untuk pelaksanaan ujian, Untad menyiapkan 26 ruangan dengan 506 pengawas. Ujian dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026 dengan materi meliputi literasi dan numerasi.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAK), Sutriyani, menambahkan bahwa besaran UKT tidak mengalami kenaikan untuk sebagian besar program studi.

Khusus Fakultas Kedokteran, UKT tetap sebesar Rp20.000.000. Sementara itu, mahasiswa jalur mandiri dikenakan tambahan Iuran Pengembangan Institusi sebesar Rp300.000.000.

Berdasarkan data daya tampung, Untad menyediakan total kuota 9.543 mahasiswa yang terbagi dalam tiga jalur, yakni SNBP, SNBT, dan mandiri. Jalur SNBP telah terpenuhi sebanyak 2.601 mahasiswa, sedangkan daya tampung jalur SNBT mencapai 4.259 mahasiswa.

Distribusi peserta didominasi dari Provinsi Sulawesi Tengah, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kota Palu sebanyak 2.471 peserta, disusul daerah lain seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, hingga Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan