Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menggelar Kejuaraan Tenis Eksekutif selama dua hari, 8–9 Agustus 2025, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-44. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar mitra sekaligus sarana promosi bahwa Untad kini memiliki lapangan tenis berstandar Nasional.
Acara dibuka langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., dan diikuti oleh 12 pasangan peserta dari kalangan civitas akademika Untad, mitra kerja, tamu undangan, hingga Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia Provinsi Sulawesi tengah (PELTI). Suasana berlangsung meriah dengan kehadiran para wakil rektor, guru besar, pencinta tenis, juri, wasit, perwakilan Bank Mandiri sebagai sponsor, serta mahasiswa yang turut memadati arena pertandingan.

Dalam sambutannya, Rektor Untad menyampaikan bahwa lapangan tenis yang dimiliki Untad merupakan salah satu yang terbaik di Sulawesi Tengah dan telah memenuhi standar Nasional. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, khususnya di Program Studi PJKR, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan instansi lain sebagai bentuk optimalisasi aset Badan Layanan Umum (BLU) Untad.
“Tenis eksekutif ini bukan hanya kompetisi, tetapi ajang mempererat kebersamaan. Kami ingin memanfaatkan momentum Dies Natalis untuk mempromosikan lapangan tenis Untad sebagai fasilitas berstandar nasional yang bisa diakses masyarakat,” ujar Prof. Amar.
Kejuaraan ini juga menjadi pemanasan menjelang Untad Rector Cup II, turnamen berskala nasional yang akan digelar pada Oktober mendatang. Turnamen tersebut telah masuk dalam agenda resmi tenis nasional, di mana poin pemain yang berpartisipasi akan diperhitungkan dalam peringkat nasional.
Rektor berharap cuaca bersahabat selama pelaksanaan dan seluruh peserta memperoleh manfaat dari ajang ini. Ia menegaskan bahwa olahraga tenis sangat cocok untuk semua usia, khususnya bagi mereka yang mengutamakan kesehatan, serta dapat menjadi media pembinaan prestasi dan promosi gaya hidup sehat di kalangan civitas akademika maupun masyarakat Sulawesi Tengah.














