Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) terus memperkuat transformasi digital di lingkungan kampus melalui peluncuran aplikasi One Kliks SIGA 8 Mobile yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran, Jumat (12/6/2026).
Aplikasi tersebut menjadi inovasi terbaru Untad dalam menghadirkan sistem layanan terpadu berbasis digital yang dikembangkan secara mandiri untuk mendukung pengelolaan akademik dan administrasi yang lebih modern, efektif, dan terintegrasi.

Peluncuran aplikasi dihadiri jajaran pimpinan universitas, Senat Universitas, Dewan Pertimbangan, Satuan Pengawas Internal (SPI), para wakil rektor, dekan, direktur, kepala lembaga, kepala biro, ketua program studi, serta sivitas akademika Untad.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengatakan pengembangan One Kliks SIGA 8 Mobile merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat kemandirian institusi dalam membangun sistem teknologi informasi.
“Ini bukan hanya aplikasi, tetapi bagian dari komitmen Untad untuk mempercepat transformasi digital dan menghadirkan layanan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Melalui konsep “one klik”, aplikasi ini dirancang untuk memudahkan akses berbagai layanan kampus dalam satu platform. Pengguna dapat mengakses layanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, keuangan, hingga kepegawaian secara lebih cepat dan terintegrasi.
Saat ini, One Kliks SIGA 8 Mobile telah tersedia untuk perangkat berbasis Android. Sementara itu, pengembangan versi iOS masih terus dilakukan dan ditargetkan segera selesai agar dapat digunakan oleh seluruh sivitas akademika.
Menurut Rektor, aplikasi tersebut juga menjadi fondasi dalam membangun ekosistem data terintegrasi di lingkungan kampus. Seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi, layanan kepegawaian, dan tata kelola keuangan akan terhubung dalam satu sistem yang saling terkoneksi.
Di bidang kepegawaian, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan ketertiban administrasi dan akurasi data dosen maupun tenaga kependidikan. Sementara pada sektor keuangan, digitalisasi diarahkan untuk mempercepat proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dengan tingkat transparansi yang lebih baik.
Mahasiswa juga menjadi salah satu kelompok yang akan merasakan manfaat langsung dari implementasi aplikasi tersebut. Berbagai layanan akademik, seperti jadwal kuliah, kehadiran, dan informasi administrasi kampus, dapat diakses dengan lebih mudah tanpa prosedur manual yang berbelit.
Rektor menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan Untad tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja di lingkungan kampus.
“One Kliks ini harus menjadi simbol perubahan cara kerja. Bukan sekadar memindahkan sistem manual ke digital, tetapi membangun budaya kerja yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” tegasnya.
Melalui penerapan sistem terintegrasi ini, Untad menargetkan penguatan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) guna mendukung penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan efektif di tingkat universitas. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat tata kelola institusi secara menyeluruh.














