Karama.id – Palu, Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu menjadi sorotan selama bulan suci Ramadan. Mengingat mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa, DPRD Kota Palu meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera mengevaluasi menu yang dibagikan.
Penyesuaian dinilai penting agar makanan yang diterima siswa tetap terjaga kualitasnya hingga waktu berbuka, tanpa mengabaikan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.Ketua DPRD Kota Palu, Rico A.T. Djanggola, menyoroti penerapan menu kering yang mulai digunakan di sejumlah sekolah. Menurutnya, pilihan tersebut dapat dipahami karena makanan baru akan dikonsumsi saat berbuka sehingga perlu mempertimbangkan daya tahan makanan agar tidak cepat rusak atau basi.

“Menu kering bisa dipahami karena sebagian besar siswa berpuasa dan baru mengonsumsinya saat berbuka. Tetapi standar gizi dan nilai per porsi tetap harus terpenuhi secara maksimal,” tegas Rico.
Ia mengingatkan setiap SPPG wajib memastikan makanan yang dibagikan sesuai ketentuan, baik dari sisi kandungan nutrisi maupun kesesuaian dengan anggaran per porsi yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, DPRD Kota Palu juga mengapresiasi peran aktif para guru yang melaporkan kondisi makanan yang diterima siswa. Laporan dari pihak sekolah dinilai penting sebagai bagian dari pengawasan bersama agar program berjalan sesuai tujuan.
Selain laporan dari sekolah, masyarakat diimbau tidak ragu menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi yang disiapkan Badan Gizi Nasional, termasuk layanan call center 127.
Sebagai tindak lanjut, DPRD berencana mendorong Pemerintah Kota Palu membentuk satuan tugas khusus guna memperkuat pengawasan di lapangan. Satgas ini dinilai penting agar pelaksanaan MBG tetap konsisten, tepat sasaran, dan kualitasnya terjaga, terutama selama masa penyesuaian di bulan Ramadan.














