Karama.id – Palu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Sucipto S. Rumu, melaksanakan kegiatan Reses Caturwulan III di Jalan Agatis, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kamis (23/10) sore.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang didominasi kalangan ibu rumah tangga.
Dalam agenda penjaringan aspirasi itu, Sucipto mengundang sejumlah perangkat daerah yang menjadi mitra penyaluran dana aspirasinya, antara lain Dinas Pekerjaan Umum (PU), Perkim, UMKM, Sosial, dan DLH. Namun, tak satu pun perwakilan dari dinas tersebut hadir.

“Hari ini saya undang Dinas PU, Perkim, UMKM, Sosial, dan DLH. Tapi belum ada yang hadir. Padahal di dinas-dinas ini ada beberapa dana pokir saya yang disalurkan melalui mereka,” ujar Sucipto di hadapan warga.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas anggota dewan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Reses adalah kesempatan bagi kami mendengar langsung persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Hari ini saya datang untuk menjemput aspirasi warga di Jalan Agatis,” tuturnya.
Sucipto juga memaparkan sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kelurahan Nunu yang telah direalisasikan melalui dana aspirasinya, seperti pengerasan jalan di beberapa titik.
Pada sesi dialog, para ketua RT menyampaikan berbagai kebutuhan warga. Ketua RT 02 RW 01, Aan, mengaku bersyukur sebagian besar jalan seperti Jalan Jati, Maranti, dan Agatis telah dilakukan pengerasan, namun masih ada sekitar 100 meter jalan yang belum tersentuh. Ia juga mengusulkan bantuan tandon air dan kanopi Masjid Nurul Huda.
“Kebun toga kami sering gagal karena kekurangan air, jadi kami harap bisa dibantu tandon,” ujar Aan.
Sementara itu, Ketua RT Wahyu menyoroti kekurangan tiang listrik di wilayah RT 2 Jalan Maranti, serta kerusakan drainase di RT 3 dan RT 4 pascagempa 2018 yang belum tertangani. Keluhan serupa datang dari warga Jalan Kramat Jati dan Tanah Mea yang kerap dilanda genangan air saat hujan, serta permintaan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Lembana dan Sungai Sadam.
Menanggapi hal itu, Sucipto berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga dengan berkoordinasi bersama instansi teknis terkait.
“Masalah tandon akan saya komunikasikan dengan dinas terkait. Soal PJU akan kami dorong melalui Dinas Perkim. Untuk kabel listrik yang menjuntai, saya sudah beberapa kali sampaikan ke dinas, tapi belum ditindaklanjuti,” jelasnya.
Muslimun Gelar Reses Caturwulan III di Dapil 4, Aspirasi Pembangunan Jalan di Kabonena Terealisasi
Ia mengakui, keterbatasan anggaran daerah (PAD) yang hanya sekitar Rp1,8 triliun menjadi kendala utama dalam merealisasikan seluruh aspirasi secara bersamaan.
“Kita harus maklumi kondisi keuangan daerah. Karena itu, kami prioritaskan dulu yang sifatnya mendesak, seperti persoalan banjir dan drainase,” imbuhnya.
Selain dialog langsung, warga juga diberi kesempatan menulis usulan melalui lembar aspirasi. Salah satunya datang dari pelaku UMKM, Sulvia, yang berharap dapat perhatian dari program pemberdayaan pemerintah.
Menutup kegiatan, Sucipto menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kapasitasnya sebagai wakil rakyat.
“Saya akan mengakomodasi seluruh aspirasi masyarakat sesuai kewenangan saya di DPRD. Namun, tentu kita utamakan yang bersifat mendesak,” pungkasnya.














