Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Banjir Bandang Melanda Morowali Utara Menelan Satu Korban Jiwa

badge-check


					Rektor Meninjau Fasilitas Untad (Foto: Humas Untad) Perbesar

Rektor Meninjau Fasilitas Untad (Foto: Humas Untad)

Karama.id – Morowali Utara, Di awal tahun 2025 bencana alam banjir bandang hebat melanda Kabupaten Morowali Utara, Jumat (3/1/2025), yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya terluka.

Peristiwa banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 17.45 WITA di sekitar lokasi perusahaan CV. Surya Amindo Perkasa (SAP) Dusun II Towi, Desa Tamainusi, Kecamatan Soyo Jaya.

Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto, mengonfirmasi bahwa banjir bandang tersebut membawa air bercampur lumpur dan gelondongan kayu, menghantam rumah, base camp perusahaan, serta merendam alat berat perusahaan.
“Saksi mata, Usman, seorang karyawan CV. Surya Amindo Perkasa, menyaksikan air datang tiba-tiba saat ia bersiap melaksanakan salat Magrib. Arus deras membawa batang-batang pohon yang menghanyutkan base camp perusahaan di pinggir sungai,” ungkap AKBP Imam, Sabtu (4/1/2025).

Korban jiwa dalam kejadian ini adalah Samsul Alam, karyawan perusahaan dan warga Desa Lembah Sumara. Jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Tambayoli untuk penanganan lebih lanjut.

Dua korban lainnya, Hasna (stoker perusahaan) dan Satria (operator ekskavator), berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan kini dirawat di Puskesmas Tambayoli.
“Air di lokasi kejadian saat ini sudah surut. Jalan Kolonodale menuju Soyo Jaya juga telah dapat dilewati. Tim BPBD bersama TNI, Polri, dan Brimob sudah berada di lokasi untuk membantu evakuasi serta penanganan dampak bencana,” tambah Imam Wijayanto.
Dari video banjir yang beredar di media sosial menunjukkan betapa dahsyatnya arus air yang membawa material lumpur, kayu, dan menghancurkan berbagai fasilitas.

Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi