Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Bupati Erwin Dorong Parimo Jadi Lokus Program SEHATI 2027

badge-check


					Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase mengusulkan Kabupaten Parimo menjadi lokus pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) pada 2027. (Foto: Istimewa) Perbesar

Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase mengusulkan Kabupaten Parimo menjadi lokus pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) pada 2027. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Jakarta, Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase mengusulkan Kabupaten Parimo menjadi lokus pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) pada 2027.

Usulan tersebut disampaikan Erwin saat melakukan audiensi di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Rabu (23/9/2026). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal dan diterima langsung Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Dr. Drs. Mulyadin Malik Tandagimpu, M.Si., CIGS.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh, Wakil Ketua I DPRD Sayutin Budianto Tongani, sejumlah anggota DPRD, serta jajaran perangkat daerah.

Baca Juga:
Pemkab Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

Erwin menyampaikan Parimo memiliki potensi geografis dan sumber daya alam yang mendukung pelaksanaan Program SEHATI. Kabupaten tersebut merupakan salah satu sentra produksi beras terbesar di Sulawesi Tengah, sekaligus memiliki potensi perkebunan durian, kelapa dalam, kakao, serta sektor perikanan di kawasan Teluk Tomini.

Menurut Erwin, berbagai potensi tersebut dapat disinergikan dengan program unggulan daerah Gerakan Membangun Desa (GERBANG DESA) untuk mendorong produktivitas, ketahanan pangan, perekonomian masyarakat, sekaligus membuka peluang investasi.

Namun, kondisi geografis Parimo yang membentang dari kawasan pesisir, dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan masih menghadirkan sejumlah tantangan, terutama terkait akses jalan, pelayanan dasar, serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Baca Juga:
Bupati Parimo Ingatkan PPPK untuk Tidak Gadaikan SK Pengangkatan

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik menyampaikan dukungan terhadap langkah Pemkab Parigi Moutong. Ia menyebut terdapat peluang Parimo ditetapkan sebagai lokus Program SEHATI pada 2027, termasuk dengan dukungan pengembangan kawasan transmigrasi.

“Insya Allah, untuk tahun 2027 Parigi Moutong dapat ditetapkan sebagai lokus Program SEHATI, didukung pula dengan pengembangan kawasan transmigrasi. Parigi Moutong adalah kabupaten yang terbuka dan sangat diperhitungkan ke depannya,” ujar Mulyadin.

Erwin menegaskan Pemkab Parimo akan segera melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan agar usulan tersebut dapat diproses lebih lanjut. Langkah itu diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Parimo. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi