Karama.id – Poso, Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., resmi membuka Festival Bunga Desa 2026 ke-II yang dipusatkan di Kelurahan Tendeadongi, Kecamatan Pamona Utara, Selasa (6/10/2026).
Festival bertema “Melayani Bersama, Berkarya Bersama” tersebut berlangsung selama dua hari, 6–7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mendekatkan berbagai pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghadirkan sejumlah program pembangunan di tingkat kecamatan.

Pembukaan dihadiri Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD Kabupaten Poso, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, para camat, kepala desa, lurah, serta tokoh masyarakat.
Berbagai layanan publik disediakan dalam festival tersebut, mulai dari administrasi kependudukan dan catatan sipil, pelayanan kesehatan dengan dokter spesialis saraf, pendidikan, sosial, perumahan, gerakan pangan murah, pajak, perizinan, kepegawaian, koperasi dan UMKM, pertanian, perbankan, Samsat, pembuatan dan perpanjangan SIM, pelayanan pertanahan BPN, hingga pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
Festival juga diisi sejumlah kegiatan bagi masyarakat, seperti lomba mewarnai tingkat PAUD/TK/SD, lomba vokal grup tingkat SMA/SMK, serta lomba cipta menu cucur.
Sejumlah bantuan turut diserahkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya melalui Program Mesale Banua 2026, bantuan traktor aspirasi anggota DPR RI Ellen Ester Pelealu, bantuan bagi balita stunting, seragam sekolah, benih ikan, pupuk, sedekah pangan, penghargaan Pejuang PAD, sertifikat tanah, sertifikat halal, Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan, santunan duka, hingga bantuan kursi roda untuk lansia.
Momentum Festival Bunga Desa juga dimanfaatkan Pemkab Poso untuk meluncurkan Program Poso Pintar 1.000 Sarjana. Program tersebut merupakan bagian dari agenda pendidikan unggul dan inklusif dalam 17 agenda pembangunan daerah Kabupaten Poso 2026–2029.
Bupati Verna mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi putra-putri Poso ke jenjang perguruan tinggi.
“Program ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Poso dalam memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Verna.
Melalui program tersebut, pemerintah mengarahkan bantuan pendidikan untuk mendukung pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta penyelesaian studi akhir mahasiswa. Pelaksanaannya menggunakan prinsip satu data, satu proses, dan satu monitoring dengan mengedepankan ketepatan sasaran, transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan.
Verna berharap program tersebut tidak hanya menghasilkan lulusan yang berhasil secara akademik, tetapi juga sumber daya manusia yang produktif, inovatif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Setiap kegiatan pemerintah harus berorientasi pada pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.
Menurut Verna, Festival Bunga Desa merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi RPJMD Kabupaten Poso 2026–2029, yakni Kabupaten Poso yang makin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui tujuh misi dan 17 agenda pembangunan daerah.
Selain pelayanan publik, festival juga menghadirkan pertunjukan seni dan budaya lokal. Verna menilai unsur budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan karena pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut karakter dan identitas masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, panitia, kepala OPD, camat, kepala desa, lurah, dan masyarakat Pamona Utara yang mendukung pelaksanaan Festival Bunga Desa 2026 ke-II. *














