Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Anwar Hafid Serukan Lanjutkan Perjuangan Guru Tua, Dorong Penetapan Pahlawan Nasional

badge-check


					Gubernur Anwar hafid hadiri Haul Guru Tua ke-57, (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Anwar hafid hadiri Haul Guru Tua ke-57, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menyerukan pentingnya melanjutkan perjuangan pendidikan yang diwariskan oleh ulama besar dan karismatik, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua. Seruan itu disampaikan di hadapan ribuan peserta Haul Guru Tua ke-57 yang digelar di kompleks Perguruan Alkhairaat, Sabtu (12/4).

“Beliau adalah seorang maha guru yang harus kita teladani,” ujar Anwar Hafid dengan penuh hormat.

Anwar mengungkapkan kekagumannya atas dedikasi luar biasa Guru Tua yang berhasil mendirikan lebih dari 400 madrasah secara mandiri di Sulawesi Tengah dan kawasan Indonesia Timur—semuanya tanpa dukungan APBD atau dana pemerintah.

“Beliau adalah pendidik sejati. Seorang diri, beliau membiayai ratusan sekolah hingga akhir hayatnya. Ini adalah warisan luar biasa yang harus kita jaga dan lanjutkan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen melanjutkan perjuangan Guru Tua, Gubernur Anwar Hafid memperkenalkan program BERANI Cerdas, yang meliputi beasiswa kuliah gratis serta pembebasan biaya prakerin dan uji kompetensi bagi siswa SMA/SMK.

Pemerintah Provinsi juga akan memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada SMA swasta sebagai bentuk kesetaraan dan keadilan pendidikan.

“Dengan ini, tidak ada lagi alasan bagi orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya,” tegas Anwar.

Lebih jauh, Gubernur mendorong penguatan kembali pendidikan berbasis agama dengan menghidupkan madrasah-madrasah sebagai penjaga moral dan spiritual generasi muda. Dorongan ini berasal dari pengalaman pribadinya yang pernah mengenyam pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat, Desa Wosu, Morowali.

“Saya hanya sekolah di madrasah Alkhairaat, tapi bisa jadi gubernur,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa sebagian besar guru yang mengajarinya merupakan murid langsung Guru Tua.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penetapan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional.

“Saya mendukung penuh, dan mendorong pemerintah pusat menetapkan Habib Idrus sebagai pahlawan nasional,” ucapnya yang disambut takbir dan dukungan ribuan peserta haul.

Terkait insiden penghinaan terhadap sosok Guru Tua yang sempat mencuat, Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganannya kepada aparat penegak hukum.

“Mari kita bersatu melanjutkan estafet perjuangan Guru Tua. Kita jaga warisan beliau dengan akhlak dan adab,” tutupnya.

Haul ke-57 ini turut dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah, serta tokoh-tokoh nasional seperti Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Dr. Supratman Andi Agtas, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar, serta pendakwah ternama Gus Miftah dan Ustaz Fadlan Garamatan. Hadir pula Gubernur Kalimantan Utara dan sejumlah kepala daerah dari luar Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi