Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, membidik peluang pasar Timur Tengah untuk mendorong ekspor produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan sektor pariwisata.
Hal tersebut disampaikan saat pertemuan bersama perwakilan Kementerian PANRB, Andi Rahadian, di Palu, Rabu (6/5/2026).

Dalam diskusi tersebut, Gubernur memanfaatkan momentum pertemuan untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dan memperluas akses pasar global bagi komoditas unggulan Sulawesi Tengah.
“Kita punya banyak produk unggulan, seperti tenun Donggala, hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan yang bisa kita dorong ke pasar ekspor,” ujar Anwar Hafid.
Ia menyoroti potensi kerja sama dengan negara-negara kawasan Timur Tengah, khususnya Oman, yang dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan pasar dan investasi.
“Negara seperti Oman punya potensi besar. Kita perlu melihat langsung peluang kerja sama yang bisa dikembangkan di sana,” katanya.
Sementara itu, Andi Rahadian menilai sejumlah produk Sulawesi Tengah memiliki daya saing di pasar internasional. Ia menyebut komoditas seperti durian, kelapa, hingga produk olahan beku berpeluang besar untuk menembus pasar ekspor.
“Produk-produk ini memiliki potensi kuat. Tinggal bagaimana kita membuka dan memperluas akses pasarnya,” jelasnya.
Selain mendorong ekspor, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berupaya membuka jalur ekspor langsung agar tidak bergantung pada negara perantara. Langkah tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing produk lokal.
Di sektor pariwisata, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan konektivitas internasional melalui pembukaan rute penerbangan baru guna menarik wisatawan mancanegara.
“Dengan konektivitas yang semakin terbuka, kita bisa mendorong wisatawan datang dan sekaligus memperluas peluang investasi,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, kawasan wisata seperti Banggai memiliki daya tarik besar, khususnya wisata bahari yang diminati wisatawan asing.
Pemerintah Provinsi Sulteng optimistis penguatan akses pasar internasional dan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.














