Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Pemkab Morowali Utara Tegaskan Komitmen Pertahankan UHC Demi Layanan Kesehatan Merata

badge-check


					Wakil Bupati Morowali Utara, Djira K. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Bupati Morowali Utara, Djira K. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Morowali Utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara kembali menegaskan komitmennya dalam mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC) sebagai wujud keseriusan memberikan akses layanan kesehatan bagi seluruh warga tanpa terkecuali. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Morowali Utara, Djira K, yang menekankan bahwa UHC bukan sekadar capaian angka, tetapi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap hak dasar masyarakat.

Menurut Djira, Pemkab Morowali Utara terus memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok prasejahtera. Pemerintah daerah setiap tahunnya menanggung iuran BPJS Kesehatan masyarakat kurang mampu melalui APBD sebagai bagian dari komitmen perlindungan sosial.

Morowali Utara sendiri telah meraih predikat UHC sejak 2022. Hingga tahun 2024, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 150,63 ribu jiwa, atau 100 persen dari total penduduk yang terdaftar.

Untuk menjaga keberlanjutan UHC di daerah, pemerintah melaksanakan sejumlah strategi penguatan layanan kesehatan. Salah satunya pembangunan infrastruktur layanan yang merata melalui pendirian 22 puskesmas pembantu serta dua pos kesehatan desa (poskesdes), terutama di daerah terpencil. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan dasar.

Pemkab juga terus mengoptimalkan sarana di RSUD Kolonodale, memastikan fasilitas rujukan semakin lengkap dan memadai. Upaya ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan rujukan di Morowali Utara.

Selain itu, distribusi tenaga kesehatan menjadi perhatian utama.

“Kami melakukan pemerataan distribusi tenaga kesehatan. Ini kunci agar tidak ada desa yang kekurangan tenaga medis,” ujar Wabup Djira.

Upaya peningkatan kesehatan masyarakat juga dilakukan melalui pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta program percepatan penurunan stunting. Keseriusan ini membuahkan hasil dengan diterimanya insentif fiskal sebesar Rp14,9 miliar dari pemerintah pusat pada tahun 2024.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Morowali Utara menegaskan kesiapan untuk terus berinovasi, memperkuat layanan kesehatan, dan mewujudkan visi daerah menuju masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.

Komitmen mempertahankan UHC menunjukkan bahwa Morowali Utara menempatkan kesehatan sebagai prioritas dan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi