Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

“Program Genting Diluncurkan: Langkah Baru Kota Palu Cegah Stunting”

badge-check


					Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., MM, bersama Kepala Dinas P2KB Kota Palu, dr. Royke Abraham, M.A.P, mengunjungi Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., di ruang kerjanya pada Rabu, 22 Januari 2025. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., MM, bersama Kepala Dinas P2KB Kota Palu, dr. Royke Abraham, M.A.P, mengunjungi Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., di ruang kerjanya pada Rabu, 22 Januari 2025. (Foto: Istimewa)

karama.id – Palu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., MM, bersama pemerintah Kota Palu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu, dr. Royke Abraham, M.A.P, serta Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengadakan diskusi terkait implementasi program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Palu pada Rabu, 22 Januari 2025, membahas pelaksanaan program Genting, sebuah inisiatif yang dirilis oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN pada 5 Desember 2024.

Program Genting ini mengusung konsep yang berbeda dari program pendahulunya, seperti Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), yang lebih memusatkan perhatian pada keluarga berisiko stunting dan ibu hamil.

Dalam penjelasannya, Tenny Soriton menyebutkan bahwa pendekatan Genting melibatkan pemberian makanan tambahan siap konsumsi langsung kepada bayi, seperti bubur yang disesuaikan dengan kebutuhan usia bayi.

“Makanan tambahan berupa bubur sesuai umur bayi akan diberikan langsung kepada mereka. Ini berbeda dari pendekatan sebelumnya yang menggunakan bantuan Natura, yang dinilai kurang memberikan dampak signifikan,” ujar Tenny.

Program ini bertujuan memberikan intervensi gizi yang lebih efektif dan langsung untuk bayi serta ibu hamil. Melalui langkah ini, BKKBN berharap kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara optimal, sehingga dapat mencegah kasus stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di masa depan.

Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini. “Kami akan terus mendukung pelaksanaan program Genting dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta melalui CSR untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Program Genting diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di Kota Palu, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi