Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Satgas Madago Raya Gelar Pelatihan Menjahit bagi Istri Eks Warga Binaan di Poso

badge-check


					Satgas Madago Raya Serahkan Bantuan Perlengkapan Menjahit kepada Istri Eks Warga Binaan, (Foto: Istimewa) Perbesar

Satgas Madago Raya Serahkan Bantuan Perlengkapan Menjahit kepada Istri Eks Warga Binaan, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Poso, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya terus memperkuat strategi deradikalisasi berbasis pendekatan kemanusiaan. Salah satu upaya terbarunya adalah dengan menggelar Pelatihan Berbasis Masyarakat Kejuruan Menjahit Gelombang Kedua, yang resmi dibuka di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Poso, Kamis (10/7/2025).

Pelatihan ini menyasar kelompok rentan, khususnya para istri dari eks warga binaan yang berdomisili di wilayah Poso. Sebanyak 10 peserta mengikuti program ini dengan harapan dapat membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan sosial keluarga.

Kegiatan dibuka oleh Tim Da’i Polri Satgas II Preemtif, yaitu Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi. Dalam sambutannya, Ipda Ilham menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya sebatas peningkatan keterampilan menjahit, tetapi juga menjadi sarana membangun masa depan yang lebih baik.

“Ilmu dan keterampilan hanya akan berguna jika kita tekun dan sungguh-sungguh dalam belajar. Jangan ragu untuk mencoba, jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” ujar Ipda Ilham Sriwan di hadapan peserta pelatihan.

Selain memberikan motivasi, Tim Da’i juga menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, nilai hidup rukun, dan pentingnya menjaga situasi keamanan yang kini semakin kondusif di Poso. Mereka mendorong peserta untuk tidak hanya mengembangkan diri, tetapi juga menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.

“Teruslah belajar, berlatih, dan jadikan pelatihan ini sebagai titik awal membuka usaha sendiri. Bukan hanya membantu keluarga, tapi juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi orang lain,” tambahnya.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka mengaku antusias dan merasa terbantu dengan adanya program ini. Beberapa di antaranya menyatakan tekad untuk menjadikan keterampilan menjahit sebagai sumber penghidupan dan cara baru dalam berkontribusi bagi masyarakat.

Satgas Madago Raya berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak perempuan mandiri yang mampu menjaga keluarganya dari pengaruh paham radikal. Melalui pemberdayaan ekonomi, Satgas optimistis dapat melawan narasi kekerasan dan intoleransi dengan pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi