Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Wagub Sulteng Ajak Orang Tua Bangun Budaya Literasi Anak Sejak Dini

badge-check


					Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido menutup Festival Literasi 2026 bertema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso”. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido menutup Festival Literasi 2026 bertema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso”. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Wagub Sulteng) dr. Reny A. Lamadjido mengajak para orang tua menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dengan membangun kebiasaan membaca dan belajar sejak anak usia dini.

Menurut Reny, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan penting dalam membentuk budaya literasi anak. Kebiasaan sederhana seperti membacakan dongeng sebelum tidur dan mendampingi anak belajar dinilai dapat menumbuhkan minat baca sekaligus mendukung perkembangan pengetahuan mereka.

Pesan tersebut disampaikan Reny saat menutup Festival Literasi 2026 bertema “Literasi Bermartabat, Perpustakaan Berdaya: Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso” sekaligus melaunching IPUS Sulteng, perpustakaan digital Provinsi Sulteng, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng, Jalan Banteng, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:
Wagub Sulteng: Pengalaman Bencana 2018 Jadi Pengingat Penting Perkuat Kesiapsiagaan

“Saya dulu ketika anak saya masih kecil selalu membacakan dongeng. Alhamdulillah, anak saya menjadi suka membaca. Ini sebenarnya yang harus kita berikan sejak awal, sejak kecil. Sebelum tidur kita bacakan dongeng, saat belajar kita dampingi,” tutur Reny.

Ia menegaskan kesibukan orang tua, termasuk mereka yang bekerja, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pendidikan dan perkembangan literasi anak. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Ibu-ibu memang tugasnya cukup berat, di samping sebagai wanita karier kita juga harus mendidik anak dengan baik,” katanya.

Selain menekankan peran keluarga, Reny mengapresiasi peluncuran IPUS Sulteng sebagai inovasi yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan pengetahuan melalui teknologi digital.

Ia berharap keberadaan perpustakaan digital tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh pelajar maupun masyarakat di Sulteng.

“Dari laporan yang saya terima, pengguna IPUS sudah cukup banyak. Oleh karena itu, saya berharap anak-anak kita, para pelajar maupun masyarakat Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan IPUS ini,” ujar Reny.

Baca Juga:
Wagub Reny Dorong Digitalisasi Pembayaran untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya literasi. IPUS Sulteng diharapkan tidak hanya menjadi platform digital, tetapi benar-benar menjadi sarana masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dengan lebih mudah.

Reny juga mengingatkan bahwa literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Gerakan literasi perlu menyentuh enam literasi dasar, yakni baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.

“Gerakan literasi di daerah tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca saja, tetapi harus berkembang menjadi gerakan yang menyentuh enam literasi dasar,” jelasnya.

Ia berharap Festival Literasi 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan di Sulawesi Tengah. Kehadiran IPUS Sulteng juga diharapkan membuka ruang belajar yang lebih luas dan memudahkan masyarakat mengakses berbagai sumber pengetahuan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah H. Abdul Raaf Malik serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi