Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Politik

Trump Kerahkan Jet Siluman B-2, AS Bersiap Unjuk Kekuatan ke Iran

badge-check


					Jet bomber siluman B-2. (Foto: Istimewa) Perbesar

Jet bomber siluman B-2. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Wangshiton DC, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mulai menginstruksikan Pentagon untuk mengerahkan jet siluman B-2 sebagai bagian dari opsi militer terhadap Iran. Langkah ini terpantau dari data penerbangan yang dirilis CNN, di mana sejumlah pesawat B-2 terlihat berangkat dari Pangkalan Udara Whiteman, Missouri, menuju arah barat pada Jumat (20/6/2025) malam waktu setempat.

Sejumlah pejabat pertahanan AS membenarkan bahwa pesawat-pesawat tersebut kini sedang dalam perjalanan menuju Pulau Guam. Meskipun demikian, belum ada keputusan final soal pelaksanaan serangan.

“Pergerakan pesawat ini lebih sebagai bentuk unjuk kekuatan dan kesiapsiagaan militer, bukan indikasi langsung serangan,” ujar seorang pejabat pertahanan kepada CNN, enggan disebutkan namanya.

Jet B-2 sendiri dikenal sebagai pesawat paling canggih di arsenal militer AS. Mampu membawa bom penghancur bunker seberat 13.600 kilogram, jet ini dirancang untuk menembus fasilitas bawah tanah seperti bunker nuklir Iran di Fordo.

Langkah ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran, terutama setelah Presiden Trump meninjau sejumlah skenario militer di Ruang Situasi Gedung Putih.

“Dua pekan ke depan akan jadi batas waktu pengambilan keputusan,” ungkap seorang sumber Gedung Putih.

Rencana Trump menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran memicu respons beragam dari dalam negeri. Beberapa tokoh Partai Republik mendukung penuh rencana ini.

Senator Lindsey Graham menyebut Iran “pantas menerima serangan itu”, sementara Senator John Cornyn menyatakan,

“Presiden Trump membuat keputusan yang berani dan tepat untuk melenyapkan ancaman nuklir Iran.”

Ketua DPR AS Mike Johnson serta sejumlah senator lainnya dilaporkan telah mendapatkan pengarahan awal mengenai opsi ini.

Namun, tidak semua pihak sepakat. Kalangan Demokrat dan pengamat kebijakan luar negeri mempertanyakan legalitas keputusan Trump karena tidak melalui persetujuan Kongres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Politik