Karama.id – Parigi Moutong, Di balik seragam cokelat yang dikenakannya, tersimpan hati yang penuh kepedulian. Itulah sosok Bripka Abd Harik, Bhabinkamtibmas Desa Bambasiang, Polsek Tomini, yang rela berjuang demi keselamatan seorang warga Dusun Buloli, Kecamatan Palasa.
Kisah kemanusiaan itu bermula ketika seorang warga Dusun Buloli mengalami sakit parah dan tidak lagi mampu berjalan sendiri. Kondisi geografis dusun yang terpencil membuat akses menuju fasilitas kesehatan sangat sulit. Jalanan terjal dan licin hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Tanpa berpikir panjang, Bripka Abd Harik bersama warga setempat membuat usungan sederhana dari kain. Dengan penuh keikhlasan, mereka memikul pasien tersebut menuruni jalur pedalaman yang menantang. Perjalanan itu memakan waktu hingga empat jam, melewati jalan curam, hutan kecil, dan rintangan yang melelahkan.
Meski tubuh letih dan keringat bercucuran, semangat mereka tidak surut. Satu tekad yang dipegang erat adalah menyelamatkan nyawa sang pasien agar bisa segera mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.
Aksi ini menuai apresiasi mendalam dari warga sekitar. Mereka merasa bangga memiliki sosok polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penolong dan sahabat di tengah masyarakat.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas seperti Pak Abd Harik membuat kami merasa terlindungi. Beliau tidak hanya mengayomi, tetapi juga benar-benar mengorbankan tenaga dan waktu demi masyarakat,” ungkap salah seorang warga.
Kisah Bripka Abd Harik menjadi pengingat, bahwa tugas seorang polisi tidak semata berdiri di persimpangan atau menjaga ketertiban, tetapi juga menyusuri jalan terjal, memikul beban, dan menaruh hati demi keselamatan orang lain.














