Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Warga Labuan Toposo Tolak Tambang Emas, Khawatir Ancam Lingkungan dan Ruang Hidup

badge-check


					Warga Desa Melakukan Aksi Penolakan Tambang Emas Di Wilayah Labuan Toposo. (Foto: Istimewa) Perbesar

Warga Desa Melakukan Aksi Penolakan Tambang Emas Di Wilayah Labuan Toposo. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Donggala, Suasana Kantor Desa Labuan Toposo. Kabupaten Donggala. Dipenuhi warga pada Senin (11/5/2026). Mereka datang membawa satu tuntutan yang sama, yakni menolak aktivitas tambang emas yang dinilai mengancam lingkungan dan ruang hidup masyarakat.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diikuti tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu desa. Massa berkumpul di halaman kantor desa sambil menyampaikan aspirasi secara bergantian. Sejumlah warga juga membawa poster berisi penolakan terhadap rencana aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Dalam orasinya, warga menilai keberadaan tambang emas berpotensi merusak lingkungan sekaligus mengancam sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian dan hasil alam lainnya.

“Kalau gunung rusak dan air tercemar, kami mau hidup dari apa? Kami tidak mau meninggalkan warisan kerusakan untuk anak cucu kami,” ujar Mutu.

Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti potensi dampak sosial yang kerap muncul di wilayah pertambangan, mulai dari konflik lahan hingga perubahan kondisi sosial masyarakat desa.

Baca Juga:
Polda Sulteng Tertibkan Aktivitas PETI di Parigi Moutong, Sejumlah Fasilitas Tambang Dimusnahkan

Aksi berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Aparat desa terlihat menerima aspirasi masyarakat serta mendengarkan tuntutan yang disampaikan warga. Dalam aksi tersebut, perwakilan masyarakat meminta pemerintah desa tidak memberikan dukungan terhadap aktivitas pertambangan yang ditolak warga.

Masyarakat juga meminta pemerintah desa berdiri bersama warga dalam upaya penolakan tambang emas di wilayah mereka.

Bagi warga Labuan Toposo, persoalan tambang bukan sekadar soal investasi, tetapi menyangkut keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat, baik di kawasan pesisir maupun pegunungan.

Gelombang penolakan terhadap tambang emas belakangan juga mulai ramai disuarakan di sejumlah daerah. Kekhawatiran masyarakat umumnya berkaitan dengan potensi kerusakan hutan, pencemaran sumber air, hingga dampak ekologis lain yang dinilai sulit dipulihkan.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai tuntutan warga tersebut.

Baca Juga:
Truk Tambang Ilegal Poboya Terjun ke Jurang Satu Penambang Meninggal

Aksi di Kantor Desa Labuan Toposo ini menjadi penanda bahwa isu tambang emas masih menjadi persoalan sensitif di tengah masyarakat. Di satu sisi, investasi dipromosikan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, namun di sisi lain warga mempertanyakan dampak jangka panjang yang harus ditanggung ketika lingkungan dan ruang hidup mereka ikut dipertaruhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal