Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

1.273 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Palu

badge-check


					Kapolresta Palu, Kombes Pol. Deny Abraham, (Foto: Istimewa) Perbesar

Kapolresta Palu, Kombes Pol. Deny Abraham, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Mengantisipasi perkembangan situasi di Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, sebanyak 1.273 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran melaksanakan Apel Siaga di halaman Polresta Palu, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Senin (1/9/2025).

Apel siaga ini digelar untuk menyamakan persepsi pola tindak dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang rencananya akan berlangsung di depan gedung DPRD Sulawesi Tengah dan Polresta Palu.

Kapolresta Palu, Kombes Pol. Deny Abraham, dalam arahannya menegaskan bahwa aparat keamanan akan memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada seluruh peserta aksi.

“Kebebasan menyampaikan pendapat dilindungi Undang-Undang. Kita hormati dan hargai dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” kata Deny Abraham.

Namun demikian, ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan secara bijak dan tetap dalam koridor tuntutan aksi, tanpa melakukan tindakan anarkis.

“Kalau aksi anarkis, perintah sudah jelas: lakukan tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ada Peraturan Kapolri dan Prosedur Tetap Kapolri tahun 2010,” tegasnya.

Deny juga mengimbau agar seluruh peserta aksi menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindak pidana yang bisa merugikan banyak pihak.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, menuturkan bahwa ribuan personel gabungan tersebut diturunkan untuk memastikan pengamanan unjuk rasa berjalan aman dan kondusif.

“Sebanyak 1.273 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran bersinergi untuk mengamankan unjuk rasa mahasiswa, masyarakat, HMI, dan komunitas ojek online,” ungkapnya.

Sugeng juga menekankan bahwa tindakan tegas aparat adalah opsi terakhir.

“Tujuan utama pengamanan adalah memberikan jaminan keamanan kepada peserta unjuk rasa, petugas, masyarakat, dan fasilitas yang ada, sehingga aspirasi dapat dilakukan secara damai dan kamtibmas tetap kondusif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal