Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Nasional

Isra Mikraj: Momentum Menguatkan Spiritualitas dan Menegakkan Salat

badge-check


					Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Foto: Istimewa) Perbesar

Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Foto: Istimewa)

Karama.id – Jakarta, Umat Islam di seluruh dunia memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa penting yang sarat dengan pesan spiritual mendalam. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa salah satu pesan utama dari peristiwa ini adalah pentingnya menegakkan salat sebagai kewajiban utama umat Islam.

“Pesan terpenting dari Isra Mikraj adalah menegakkan salat. Oleh karena itu, mari kita jadikan salat sebagai prioritas dalam kehidupan kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Minggu (26/1/2025), seperti dilansir dari laman resmi Kanwil Kemenag Sulteng.

Isra Mikraj adalah perjalanan monumental dalam sejarah Islam, yang mengajarkan kedekatan hamba kepada Sang Pencipta. Perjalanan ini merupakan salah satu momen besar dalam dakwah Rasulullah SAW, selain hijrah ke Madinah dan Haji Wada yang menandai puncak kemenangan umat Islam.

Menag menegaskan bahwa salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga fondasi spiritual yang membentuk kedisiplinan, ketundukan, dan hubungan yang erat dengan Allah SWT. Selain itu, salat juga ditutup dengan salam, mengajarkan pentingnya menebar kedamaian kepada sesama.

“Salat adalah tiang agama sekaligus sarana untuk membangun keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Dengan salat, kita dapat menguatkan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan terciptanya keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan dalam masyarakat,” tambahnya.

Menurut Menag, salat mengajarkan bahwa kesalehan individual harus membawa dampak positif bagi lingkungan sosial. Nilai-nilai spiritual yang terinternalisasi melalui salat dapat menjadi landasan untuk membangun persatuan, toleransi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam peringatan Isra Mikraj ini, mari kita jadikan salat sebagai pilar untuk memperkuat iman, memperbaiki amal, dan membangun peradaban yang penuh rahmat dan keberkahan,” tutup Menag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Nasional