Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Jakob Wendesten Meminta Maaf atas Pernyataannya yang Melibatkan Alkhairaat di Festival Persahabatan

badge-check


					Perwakilan World Impact Ministries (WIM), Jakob Wendesten. Perbesar

Perwakilan World Impact Ministries (WIM), Jakob Wendesten.

karama.id – Palu, Perwakilan World Impact Ministries (WIM), Jakob Wendesten, menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataannya dalam sebuah video yang beredar mengenai Festival Persahabatan di Kota Palu. Dalam video tersebut, ia menyebut bahwa acara tersebut didukung oleh Alkhairaat dan organisasi lain yang akan turut berpartisipasi. Namun, Jakob menyatakan penyesalannya jika pernyataannya tersebut menyinggung umat Muslim atau pihak-pihak lain di Palu dan Sulawesi Tengah.

“Atas nama pribadi dan organisasi, saya memohon maaf bila ada pernyataan dalam video itu yang tidak berkenan dan menyinggung berbagai pihak,” ujar Jakob dalam keterangan tertulis, Minggu (26/1). Menurutnya, video tersebut dibuat dalam semangat kegembiraan atas dukungan sejumlah individu terhadap pelaksanaan festival di Palu. Namun, ia mengakui adanya kesalahan dalam menyebutkan organisasi keagamaan sebagai pendukung acara tersebut, karena dukungan tersebut berasal dari beberapa individu, bukan sikap resmi organisasi.

“Kami akui bahwa beberapa pihak secara pribadi mendukung kegiatan ini, meskipun itu bukan merupakan sikap resmi dari organisasi mereka,” jelas Jakob. Ia juga meminta maaf atas penggunaan istilah “kelompok radikal” dalam video tersebut. Jakob menegaskan bahwa Festival Persahabatan dirancang khusus untuk kalangan internal Kristiani dan tidak ditujukan untuk agama lain.

Festival ini, lanjutnya, bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, persatuan, dan persahabatan, dengan menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika. Jakob menekankan bahwa pihaknya menghormati keberagaman dan demokrasi di Indonesia, termasuk kebebasan berpendapat bagi pihak-pihak yang menolak kegiatan tersebut.

Penyelenggara festival memutuskan untuk memindahkan lokasi acara dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Vatulemo ke Lapangan Gelora Bumi Kaktus (GBK), sesuai dengan rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah. FKUB menyarankan agar acara ini dilaksanakan di tempat yang lebih tertutup demi menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Kami menghormati saran FKUB dan telah memastikan bahwa lokasi baru ini lebih sesuai dan terkontrol,” ujar Jakob. Festival Persahabatan dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025, setelah mendapatkan izin resmi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi