Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Awal 2026, Untad Kukuhkan 13 Guru Besar, Total Profesor Capai 134 Orang

badge-check


					Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. Memberikan Baket Bunga Kepada Profesor Baru. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. Memberikan Baket Bunga Kepada Profesor Baru. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) kembali mengukuhkan 13 Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan dalam Rapat Senat Luar Biasa Pengukuhan Guru Besar dan Penerimaan Anggota Dewan Guru Besar, Senin (26/1/2026), bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Pengukuhan ini menjadi bagian dari strategi Untad dalam memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global.

Ketua Senat Universitas Tadulako, Prof. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa hingga Januari 2026 jumlah Guru Besar di Untad telah mencapai 134 orang. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan awal 2023 yang hanya berjumlah 54 Guru Besar. Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari komitmen pimpinan universitas dalam mendorong percepatan jabatan akademik tertinggi bagi dosen.

“Peningkatan ini merupakan hasil kerja kolektif pimpinan universitas yang secara konsisten memberi ruang, pendampingan, dan dukungan kepada dosen untuk mencapai jabatan Guru Besar secara akuntabel dan berintegritas,” ujarnya.

Prof. Djayani menambahkan, percepatan tersebut turut didukung oleh peran Komite Integritas Akademik yang dibentuk oleh Rektor Universitas Tadulako. Komite ini berperan tidak hanya dalam validasi usulan, tetapi juga melakukan pendampingan intensif kepada dosen pengusul, sehingga proses pengajuan Guru Besar dapat berjalan lebih terarah dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., menegaskan bahwa peningkatan jumlah Guru Besar merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkokoh posisi Untad sebagai perguruan tinggi unggul di kawasan Indonesia Timur.

Ia mengungkapkan bahwa secara nasional, jumlah Profesor di Indonesia masih relatif rendah. Dari sekitar 312.626 dosen aktif, hanya sekitar 2,61 persen yang bergelar Guru Besar. Di Universitas Tadulako sendiri, persentase Guru Besar telah mencapai sekitar delapan persen dari total dosen, dan hampir mendekati target institusi sebesar sepuluh persen.

“Ini adalah kontribusi nyata Universitas Tadulako dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional. Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, tetapi juga penggerak utama riset unggulan, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan,” tegas Rektor.

Menurutnya, semakin banyak Guru Besar menunjukkan semakin kuatnya kepakaran Untad di berbagai bidang ilmu. Kepakaran tersebut diharapkan mampu melahirkan riset berdampak yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta menjawab tantangan global, seperti transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, kesehatan, dan mitigasi bencana.

Selain peran riset, Guru Besar juga memiliki tanggung jawab strategis sebagai mentor akademik dalam membangun tradisi keilmuan, membina dosen muda dan mahasiswa, serta menjaga kesinambungan integritas akademik di lingkungan kampus.

Pada kesempatan tersebut, 13 Guru Besar yang dikukuhkan secara resmi diterima sebagai anggota Dewan Guru Besar Universitas Tadulako oleh Ketua Dewan Guru Besar Untad, Prof. Dr. Ir. Faturrahman, M.Si. Ketiga belas Guru Besar tersebut adalah:

  1. Prof. Dr. Sitti Rahmawati, S.Pd., M.P.Kim.;
  2.  Prof. Dr. Ir. Padang Hamid, S.Pt., M.P.;
  3. Prof. Dr. Jamaludin M. Sakung, S.Pd., M.Kes.;
  4. Prof. Dr. Nurhayati, S.Ag., M.Pd.I.;
  5. Prof. Dr. I Komang Werdhiana, M.Si.;
  6. Prof. Dr. Pathuddin, S.Pd., M.Si.;
  7. Prof. Dr. Irwan Waris, M.Si.;
  8. Prof. Dr. Samsurizal M. Suleman, M.Si.;
  9. Prof. Dr. Yassir Arafat, S.T., M.T.;
  10. Prof. Dr. Syamsuddin, S.H., M.H.;
  11. Prof. Dr. Ir. Hamzari, M.Sc.;
  12. Prof. Dr. Bakri, S.T., Grad.Dipl., M.Phil.;
  13. Prof. Dr. Agus Lanini, S.H., M.Hum.

Pengukuhan ini menegaskan komitmen Universitas Tadulako dalam membangun ekosistem akademik yang kuat, berintegritas, dan berdaya saing untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan