Karama.id – Morowali – Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Keuangan UMKM yang Berdaya Saing: Pelatihan Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Matansala, Kabupaten Morowali, dan menyasar langsung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah.
Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam hal pembukuan, penyusunan laporan keuangan, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Menurut tim pengabdi, praktik pembukuan yang baik akan menjadi fondasi penting bagi UMKM agar lebih profesional, transparan, dan mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan pasar.

“Banyak UMKM yang tumbuh di desa ini, tetapi sebagian besar masih menghadapi kendala dalam mengelola keuangan usaha. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis agar lebih mandiri dan siap naik kelas,” ujar Erwan Sastrawan Farid, SE., MM, selaku ketua tim pengabdian.
Kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Juliana Kadang, SE., MM, Jusmawati, SE., MM, Mohammad Ega Nugraha, SE., MM, dan Miftahul Jannah Alwi, SM., MSM turut melibatkan mahasiswa, yakni Adiarsyahs dan Siti Mukholifah, dalam seluruh tahapan kegiatan.
Pelibatan mahasiswa dalam program ini menjadi nilai tambah karena mereka dapat belajar langsung dari praktik di lapangan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang aplikatif. Mahasiswa belajar dari UMKM, dan UMKM belajar dari mahasiswa serta dosen,” tambah Dr. Juliana Kadang.
Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar pembukuan sederhana, mulai dari pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan arus kas, hingga menghitung HPP untuk mengetahui margin keuntungan secara lebih akurat. Selain teori, peserta juga diberikan simulasi praktis menggunakan contoh kasus usaha yang mereka jalankan sehari-hari.
Para pelaku UMKM di Desa Matansala menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan ini sangat membantu dalam menata keuangan usaha yang selama ini masih dicatat seadanya.
“Kami merasa terbantu sekali, karena sebelumnya kami hanya fokus produksi dan jualan. Dengan pelatihan ini, kami jadi paham cara menghitung biaya dan keuntungan dengan benar,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Ke depan, tim pengabdian berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan, termasuk monitoring dan evaluasi hasil pelatihan, agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar terimplementasi dalam operasional usaha sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM di Desa Matansala mampu memperkuat daya saing mereka di pasar lokal maupun regional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Morowali.














